Halaman

Rabu, 10 Oktober 2012

ToT HMI Badko Nusra di Kota Bima

Bima, WARTASumbawa.
HMI Badko Nusra telah menggelar kegiatan Training of Trainers (ToT), yaitu salah satu kegiatan pengkaderan informal yang bertujuan melatih para instruktur pengkaderan di internal HMI. Acara yang berlangsung di Hotel La Ila, Kota Bima ini dilaksanakan sejak Sabtu, (06/10) s/d Rabu (10/10) dan diikuti oleh peserta dari utusan HMI Cabang se-Indonesia yang berjumlah mencapai 46 orang. 

Ketua HMI Badko Nusra, Masyhur Harahap yang dihubungi WARTASumbawa menjelaskan bahwa output kegiatan ToT ini adalah untuk melahirkan instruktur-instruktur handal yang berkualitas dan tangguh, sehingga bisa mengembangkan organisasi HMI kedepan. 

Selain pelaksanaan ToT, HMI Badko Nusra juga merangkaikan kegiatan tersebut dengan silaturahmi akbar HMI-KAHMI se-Pulau Sumbawa. Adapun tujuan kegiatan silaturahmi tersebut adalah untuk mengkonsolidasikan KAHMI se-Pulau Sumbawa dalam menyambut berbagai momentum dan agenda daerah kedepan, seperti pelaksanaan Pilkada NTB tahun 2013 mendatang dan mempersiapkan diri menyongsong pembentukan PPS sebagai ruang positif bagi kader HMI Badko Nusra dalam berkiprah dan mengabdi.

Selasa, 09 Oktober 2012

Rombongan Jama'ah Haji Gelombang II Diberangkatkan

Sumbawa Besar, WARTASumbawa.
Setelah gelombang pertama keberangkatan jama'ah haji Kab. Sumbawa Jum'at tanggal 5 Oktober 2012 kemarin, gelombang kedua jama'ah haji asal Kab. Sumbawa kembali diberangkatkan Selasa malam (09/10) dan dilepas oleh Bupati Sumbawa, Drs. H. Jamaluddin Malik. Keberangkatan gelombang kedua ini berjumlah sebanyak 184 jama'ah haji, yaitu sebanyak 140 orang jama'ah berangkat dari Wisma Daerah, sedangkan 44 orang jama'ah dari  Kec. Alas, Kec. Alas Barat, dan Kec. Buer, menunggu untuk diberangkatkan di Kec. Alas.

Kasie Angkutan Darat Dishubkominfo Kab. Sumbawa, Syamsu Manawari Supyan, S.IP, yang ditemui oleh WARTASumbawa mengatakan bahwa Dishubkominfo Kab. Sumbawa telah mengurus seluruh hal yang berkaitan dengan pelayanan angkutan bagi jama'ah haji yang diberangkatkan baik pada gelombang pertama maupun gelombang kedua. 
     "Kami telah mempersiapkan semua kebutuhan pelayanan angkutan bagi para jama'ah haji, yang diberangkatkan baik poada gelombang pertama maupun gelombang kedua. Kalau angkutan pada gelombang pertama kemarin dipersiapkan angkutan jama'ah haji sebanyak 16 bis, sedangkan untuk gelombang kedua saat ini dipersiapkan angkutan bis sebanyak 10 bis. Bahkan kami juga sudah berkoordinasi dengan ASDP menyangkut angkutan feri penyeberangan yang disiapkan untuk meng-cover seluruh angkutan haji asal Kab. Sumbawa, yaitu feri Belida untuk gelombang pertama dan feri Persada Nusantara untuk gelombang kedua" jelas Syamsu Manawari Supyan, S.IP.
Keberangkatan kelompok jama'ah hajipun ternyata tidak sekedar diberangkatkan begitusaja, akan tetapi menurut Pak Ik, sebutan akrab Syamsu Manawari Supyan, S.IP, bahwa keberangkatan rombongan jama'ah haji ini didampingi juga oleh rombongan dari Pemkab. Sumbawa, seperti Bagian Pemerintahan, Dinas Kesehatan, Dishubkominfo, Satpol PP, Kepolisian, maupun panitia pemberangkatan haji dari Kantor Kemenag Kab. Sumbawa. (WS)

Deklarasi SPI Basis Pelat, Kec. Unter Iwes

Sumbawa Besar, WARTASumbawa.
UU Pokok Agraria (UUPA) No. 5 Tahun 1960 sebagai payung hukum agraria di Indonesia yang diharapkan dapat merombak ketidakadilan struktur agraria yang telah menjadi warisan pemerintah kolonial Belanda, ternyata tidak bisa memberikan perbaikan hidup yang signifikan terhadap kondisi kaum tani saat ini. Berbagai persoalan saat ini melilit kaum tani, khususnya Kab. Sumbawa, seperti kelangkaan pupuk, harga komoditi yang rendah dan tidak mampu bersaing, persoalan konflik agraria (tanah) atas kepentingan pemodal, dan kelangkaan air. Beberapa hal tersebut menjadi poin penting dalam acara Deklarasi Serikat Petani Indonesia Desa Pelat di Buin Plas, Selasa siang (09/10) yang dihadiri oleh pimpinan SPI, baik tingkat wilayah NTB, cabang, ranting, basis dan badan persiapan, serta kelompok petani dan LSM. Deklarasi tersebut bagian dari refleksi Hari Tani tahun 2012, yang bertema 'Penuhi Hak Dasar Kaum Tani".

Dalam kata sambutannya, Ketua SPI Sumbawa, Sofyan "Koplut" menyatakan bahwa keberadaan tanah terlantar yang menjadi bagian dari persoalan tanah di Kab. Sumbawa tidak terlepas dari kepentingan sekelompok pemegang hak guna usaha yang membiarkan lahan terlantar. Padahal sebenarnya lahan tersebut dapat diperuntukkan untuk kepentingan kesejahteraan, bukan diperuntukkan oleh negara untuk kepentingan investasi yang didominasi akumulasi modal dan meminggirkan kaum tani. Selain itu Koplut, yang biasa disebut dikalangan aktifis pergerakan, juga menekankan akan pentingnya perhatian pemerintah daerah dalam memenuhi hak dasar kaum tani yaitu air, terutama dua dusun di Desa Pelat yaitu Dusun Buin Plas dan Uma Buntar.

Dalam deklarasi tersebut SPI juga menyatakan sikap yaitu meminta kepada pemda dan BPN Kab. Sumbawa untuk segera menetapkan status seluruh tanah yang diindikasikan terlantar dan segera dibagikan untuk kemakmuran dan kesejahteraan kaum tani. Mendesak Diskoperindag dan Dinas Pertanian untuk melakukan tindakan dalam mengatasi persoalan kelangkaan pupuk. Mendorong pelaksanaan pembangunan dan perbaikan pipa air bersih menuju Desa Klungkung, Kec. Batu Lanteh dan meminta kepada pemda dan DPRD mengambil kebijakan sesingkat-singkatnya untuk memenuhi hak dasar bagi kaum tani yang bermukim di Buin Plas dan Dusun Uma Buntar, Desa Pelat, Kec. Unter Iwes. (WS)

Minggu, 07 Oktober 2012

Truk Tangki BBM Terdampar di Depan SMA 3

Sumbawa Besar, WARTASumbawa.
Pemandangan tak lazim terjadi di depan SMA 3, Jl. Cendrawasih 109, Sumbawa Besar, sebuah truk tangki BBM pengangkut premium terparkir diatas selokan depan sekolah tersebut, Sabtu siang (06/10) sekitar pukul 12.00  Wita. Pemandangan itu adalah kecelakaan sebuah truk tangki BBM pengangkut bensin dengan nopol. EA 8790, yang dikemudikan oleh M. Saleh (46 thn), warga Dusun Nijang. Kecelakaan tersebut terjadi diduga diakibatkan "human error". Menurut M. Saleh, rencananya truk melaju dari arah Brang Biji menuju SPBU Kebayan untuk mendistribusikan premium.

"Truk rencananya menuju ke SPBU Kebayan, namun ketika dalam perjalanan di depan SMA 3, terlihat 3 motor yang dikendarai oleh pelajar berjejer ke arah kanan, mengambil jalur kami untuk menghindari adanya pelajar SMA 3 yang akan keluar dari sekolah tersebut. Sehingga kami kaget dan banting stir ke arah kanan", urai M. Saleh kepada WARTASumbawa.
Tidak ada korban jiwa dalam insiden kecelakaan tersebut, namun halte depan SMA 3 hancur rata dengan tanah, dihantam truk yang melaju dengan kecepatan tinggi. 
Pihak kepolisian langsung mengamankan TKP, dengan menutup sementara akses jalan untuk umum didepan SMA 3. Sementara untuk menghindari adanya penjarahan terhadap isi truk tangki tersebut, pihak kepolisian telah memasang "police line", sedangkan pihak pemadam kebakaran sudah standby dilokasi untuk menghindari munculnya potensi kebakaran. Sampai berita ini diturunkan pihak kepolisian masih meminta keterangan dari M. Saleh, terkait dengan insiden kecelakaan tersebut. (WS)

Sabtu, 06 Oktober 2012

320 Jema'ah Haji Dilepas Bupati Sumbawa

Sumbawa Besar, WARTASumbawa.
Sebanyak 320 orang dari 503 jema'ah haji yang berhak untuk berangkat ke tanah suci melaksanakan ibadah haji, Jum'at malam ini (05/10) sekitar pukul 20.00 Wita dilepas secara resmi oleh Bupati Sumbawa, Drs. H. Jamaluddin Malik di Wisma Daerah. Para jema'ah haji yang dilepas saat ini merupakan kelompok pertama dari tiga kelompok terbang (kloter) jema'ah haji asal Kab. Sumbawa. 

Suasana di depan Wisma Daerah saat pelepasan jema'ah haji

Kasie Penyelenggara Haji dan Umroh Kantor Kemenag Kab. Sumbawa, H. Marzuki, S.Pd., yang ditemui oleh WARTASumbawa disela-sela acara pelepasan mengatakan bahwa sebanyak 503 jema'ah haji asal Kab. Sumbawa berhak untuk diberangkatkan. Mereka sendiri akan terbagi dalam 3 kloter. Sebelumnya jema'ah haji asal Kab. Sumbawa berjumlah 506 orang, namun berkurang 1 karena sakit dan 2 meninggal dunia.
"Jumlah jema'ah haji asal Kab. Sumbawa untuk tahun ini berjumlah 503 orang, yang terbagi dalam 3 kelompok terbang (kloter). Untuk yang berangkat malam ini adalah 320 orang dari Kloter 7 Embarkasi Lombok, sedangkan yang kedua adalah Kloter 10 sebanyak 181 orang yang bergabung dengan Kab. Lotim, sedangkan yang terakhir adalah Kloter 15 sebanyak 2 orang dari Kec. Buer, yang berangkat tanggal 17 Oktober 2012. Sedangkan bagi yang sakit saat ini akan masuk dalam daftar tunggu tahun berikutnya", ujar H. Marzuki, S.Pd. menutup pembicaraan. (WS)

SPBU Kebayan Diserbu Pengecer

Sumbawa Besar, WARTASumbawa.
Gara-gara dua SPBU lainnya yang ada di Sumbawa Besar tidak mengizinkan penggunaan jerigen kepada para pengecer, ratusan warga yang diduga merupakan pengecer premium (bensin) menyerbu SPBU Kebayan, Jum'at siang tadi (05/10) untuk mengisi jerigen yang sebagian besar dibawa lebih dari satu perorangnya. Kondisi ini sontak membuat pengelola dan karyawan SPBU Kebayan kaget dan melarang pengisian bensin menggunakan jerigen. Namun hal ini tidak menyurutkan para pengecer yang telah menyemut sejak siang untuk memaksa penanggung jawab operasional SPBU Kebayan memberikan permintaan mereka. 
 Menurut salah satu pengecer yang ditemui oleh WARTASumbawa bahwa keberadaan mereka tidak lepas dari keberatan dua SPBU lainnya yang ada di Sumbawa Besar untuk mengizinkan pemberian bensin menggunakan jerigen. Pihak SPBU Kebayan sebelumnya juga menolak keinginan warga tersebut dengan alasan bahwa stok BBM dalam minggu ini dikurangi jatahnya oleh pihak Depo Pertamina Labuhan Badas karena keterlambatan pasokan dari Jawa Timur. Selain itu juga pada hari sabtu dan minggu, pihak Depo Pertamina Labuhan Badas tidak bisa memberikan pasokan stok ke SPBU yang ada karena libur. Stok yang dipergunakan adalah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat lain, seperti para pengguna kendaraan bermotor.
Larangan ini membuat beberapa orang warga yang menjadi pengecer keberatan. "SPBU ini menipu kami. Mereka sengaja tidak mau menjual BBM kepada pengecer, karena SPBU dan Pertamina bekerjasama untuk membunuh usaha kami. Mereka mengira bahwa kami melakukan penimbunan BBM untuk dijual kepada para pengusaha tambak", ujar Din Robot (42 thn) salah seorang pengecer asal Sumbawa. Sementara bagi Iwan, salah seorang nelayan asal Labuhan Sumbawa, kelangkaan BBM saat ini menyebabkan banyak para nelayan yang tidak melaut.
Kepala Depot PT. Pertamina Labuhan Badas, I Gde Agus Sentanu, yang dikonfirmasi oleh WARTASumbawa dikantornya mengatakan bahwa sampai dengan saat ini stok masih cukup dan tidak ada masalah dalam pendistribusian BBM dari depot ke SPBU. Selain itu juga tidak ada pengurangan jatah, kalaupun ada keterlambatan pasokan tentunya akan disampaikan kepada pihak SPBU. 
"Jika ada keterlambatan pasokan, kita akan sampaikan kepada pihak SPBU. Nantinya pihak SPBU yang akan menyesuaikan pengendaliannya untuk didistribusikan kepada masyarakat. Menyangkut penggunaan jerigen, biasanya diijinkan dikarenakan adanya kebijakan tertentu, seperti adanya penggunaan rekomendasi yang diberikan oleh Distamben", jelas I Gde Agus Sentanu. (WS)



Jumat, 05 Oktober 2012

Pandangan Umum Fraksi Terhadap APBD Perubahan Tahun 2012



Sumbawa Besar, WARTASumbawa.
Dalam penyampaian pandangan umum fraksi terhadap APBD Perubahan Kab. Sumbawa Tahun 2012, Kamis (04/10), sebagian besar fraksi di DPRD Kab. Sumbawa menyampaikan persoalan yang beragam, namun sebagian besar salah satunya mengutarakan persoalan yang sama yaitu terkait optimalisasi peningkatan pendapatan dari potensi PAD yang belum sepenuhnya terserap secara baik oleh pemerintah daerah. Hampir seluruh fraksi menyampaikan pandangan bahwa pemerintah daerah tidak serius, tidak cermat, dan tidak memiliki inovasi dalam mengupayakan adanya penambahan potensi pendapatan daerah, baik dari pajak, retribusi maupun pendapatan lainnya.

Beberapa tambahan yang disampaikan oleh F-PDIP diantaranya menyorot persoalan keberadaan tenaga kontrak, masih terjadinya kelemahan dalam fungsi-fungsi penganggaran, dan akuisisi saham 7% PT. NNT, serta persoalan mutasi yang masih belum menerapkan "right man on the right job".
F-HANURA menyorot persoalan pendidikan, yaitu tidak disiplinnya tenaga pendidik yang berada didaerah terpencil, selain itu meminta pemerintah daerah untuk benar-benar meningkatkan sektor pertanian, memperhatikan kebutuhan tenaga dokter spesialis, dan melaksanakan program bedah rumah.
Sedangkan F-PKS mempersoalkan optimalisasi potensi pariwisata dan optimalisasi dari Loka Latihan Kerja (LLK). Sementara F-Amanat Pelopor dalam pandangannya mempersoalkan mahalnya biaya kepengurusan akte kelahiran anak, belum optimalnya kinerja bidang ekonomi Setda Sumbawa, adanya anggaran penanggulangan kemiskinan, pembuangan limbah sampah yang dibuang ke sungai, dan penguasaan saham PT. NNT. Sedangkan F-Bintang Kebangsaan menyorot persoalan realisasi Kota Terpadu Mandiri (KTM) Labangka yang "jalan ditempat", evaluasi secara menyeluruh terhadap program PNPM, dan dibentuknya tim khusus yang bertugas memantau dan mengawasi seluruh proses pembangunan fisik di Kab. Sumbawa. (WS)

Pemblokiran Jalan di Dusun Godo, Bima, Berakhir.

Bima, WARTASumbawa.
Pemblokiran jalan yang dilakukan oleh ratusan warga Dusun Godo, Bima, berakhir pada Kamis (04/10) sore sekitar pukul 18.00 Wita, yang ditandai dengan pembersihan ruas jalan yang dipenuhi oleh potongan kayu, pohon, batu dan barang lainnya. Pembersihan ruas jalan ini selain dilakukan oleh warga, juga dibantu oleh aparat dari TNI, POLRI yang diperbantukan dilokasi, dipimpin langsung oleh Kapolres Bima, AKBP Dede Alamsyah. 
Keputusan untuk membongkar blokir jalan tersebut, setelah adanya niat baik dari pemerintah daerah setempat untuk mengakomodir tuntutan warga Dusun Godo terkait dengan pembangunan kembali rumah mereka yang terbakar dan rencana investigasi terhadap keterlibatan oknum pemerintah di dua desa yang melakukan provokasi tersebut. Sedangkan menyangkut tuntutan mundur Kapolres Bima dari jabatannya dinilai bukan menjadi domain dari pemerintah daerah.
Sementara itu, menurut pantauan langsung WARTASumbawa bahwa saat ini situasi dan kondisi dilapangan sudah mulai kondusif, dan juga arus lalu lintas juga sudah mulai normal kembali. Namun warga masih belum menginginkan kehadiran dari aparat  kepolisian dari Polres Bima, dan justru mempercayakan pengamanan dilokasi kepada aparat dari TNI dan Brimob. Dibeberapa titik lokasi juga masih terdapat kerumunan warga yang masih berjaga-jaga. (WS)

Kamis, 04 Oktober 2012

Kunjungan Singkat Rombongan Gubernur NTB di Dusun Godo, Bima

Bima, WARTASumbawa.
Kasus bentrok warga antara Dusun Godo dengan Desa Samili mengundang perhatian dari KH. Zainul Majdi (Gubernur NTB) dan jajaran Muspida Propinsi NTB untuk hadir dilokasi. Rabu (03/10) siang tadi sekitar pukul 11.50 Wita, rombongan Gubernur NTB yang didampingi Brigjen (Pol) Moch. Irawan, Kapolda NTB dan pimpinan teras Pemkab Bima telah meninjau lokasi dan bertemu dengan warga Desa Godo.

Dalam pertemuan dengan Gubernur NTB, masyarakat Desa Godo menuntut tiga hal, yaitu menginginkan agar seluruh rumah yang menjadi korban agar dibangun kembali, menuntut Kapolres Bima turun dari jabatannya karena tidak bisa menyelesaikan konflik warga saat ini, dan meminta Kapolda dan Gubernur NTB untuk mengusut tuntas adanya oknum aparat Desa Samili dan Desa Kalampa yang terlibat.
Setelah sekitar satu jam rombongan melakukan peninjauan ke lokasi kebakaran dan bertemu langsung dengan warga Dusun Godo, rombongan Gubernur NTB dan Kapolda meninggalkan lokasi dan berangkat menuju Bandara Sultan Salahuddin, Bima.

Sementara dari hasil pemantauan langsung WARTASumbawa, situasi dan kondisi saat ini dilokasi berangsur-angsur mulai tenang, walaupun dibeberapa titik lokasi masih terdapat sekelompok warga Dusun Godo yang terlihat berjaga-jaga terhadap segala kemungkinan buruk. (WS)

Warga Dusun Godo Kembali Blokir Jalan

Bima, WARTASumbawa.
Situasi dan kondisi diruas jalan negara di Dusun Godo, Desa Dadibou, kembali mencekam pagi ini (03/10), setelah ratusan warga dusun tersebut mengamuk dengan melakukan aksi blokir jalan kembali terhadap jalur akses jalan Sumbawa - Bima dan akses jalan ke Desa Samili. Pemblokiran ini merupakan buntut dari aksi pembakaran oleh warga Desa Samili dan Desa Kalampa kemarin siang. Menurut pantauan langsung WARTASumbawa dilokasi, warga mengeluarkan barang-barang dari kayu yang selamat dari kebakaran, seperti kayu, bangku, meja, bahkan pohon yang ditebang, dan meletakkannya dijalan raya menutupi seluruh ruas jalur yang ada.


Aksi masyarakat Dusun Godo ini tidak bisa dicegah oleh aparat keamanan yang sejak kemarin berjaga dilokasi. Dalam tuntutannya warga Dusun Godo meminta agar Kapolres Bima turun dari jabatannya karena dinilai tidak bisa meredam aksi anarkis warga Desa Samili dan Desa Kalampa yang berujung pada pembakaran rumah mereka. 

Saat ini pihak Polres Bima dan Pemkab Bima masih melakukan rapat untuk mengambil tindakan selanjutnya sekaligus menyelesaikan akar persoalannya.