Halaman

Rabu, 06 Februari 2013

Mutasi Jabatan di Lingkup Pemkab Sumbawa

Sumbawa Besar, WARTASumbawa.
Sebanyak 75 pejabat struktural dilingkup Pemkab Sumbawa, Rabu (06/03) pagi ini mengalami mutasi jabatan, yang melibatkan sebanyak 12 posisi Eselon II, 47 posisi untuk Eselon III dan 16 posisi untuk Eselon IV. Mutasi yang berdasarkan SK Bupati No. 200 Tahun 2013, tertanggal 5 Februari ini merupakan mutasi kesekian kalinya yang dilakukan dalam masa pemerintahan Bupati Sumbawa, Drs. H. Jamaluddin Malik. Tercatat nama yang sangat familiar mengisi posisi penting yang mengalami mutasi, baik pada tingkat Eselon II maupun Eselon III, termasuk yang mendapat "reward and punishment".
Beberapa nama tersebut, seperti Yahya Adam, BA dari sebelumnya Kadisnakertran menjadi Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPM-PD) menggantikan Ir. Johan Arifin, M.TP, yang memasuki masa pensiun, posisinya di Disnakertran digantikan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Drs. Arief, M.Si. Sedangkan posisi Drs. Arief, M.Si, digantikan oleh Ir. Mukmin, yang sebelumnya sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan, dan posisi ini selanjutnya akan diserahkan kepada Ir. Mustafa yang sebelumnya Kepala Badan Pelaksanan Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP4K). Posisi Kepala BP4K selanjutnya diserahterimakan kepada Kabag Aset, Tarunawan, S.Sos. yang mendapat promosi dari Eselon III.A menjadi II.B.
Sementara itu Staf Ahli Bupati Bidang Hukum dan Politik yang sebelumnya kosong akan dijabat oleh Drs. A. Gani Nasby, posisi Inspektur pada Kantor Inspektorat akan diserahkan kepada A. Rahim, S.Sos, yang sebelumnya menjabat Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP). Posisi yang ditinggalkan A. Rahim, S.Sos diserahkan kepada Drs. H. Hasan Basri, yang sebelumnya Kadis Diknas. Sedangkan posisi Kadis Diknas diberikan kepada Sudirman, S.Pd, yang mendapat promosi dari Kepala SMPN 1 Labuhan Badas. Posisi Kadis Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata yang sebelumnya dijabat oleh Drs. H. Nazirudin digantikan oleh Dr. Muhammad Ikhsan Safitri, M.Si, yang sebelumnya menjabat sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan. Jabatan yang ditinggalkan oleh Pak Doktor, biasa M. Ikhsan Safitri akrab dipanggil akan dijabat oleh Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Trikaryati, S.Sos. Sementara Drs. H. Nazirudin akan mengisi posisi Trikaryati, S.Sos. 
Untuk mutasi Eselon III tercatat didominasi oleh sebagian besar Camat-camat yang dirolling penempatannya, seperti Husaini, SH, Camat Unter Iwes yang dipindahkan menjadi sekretaris pada Inspektorat, Ir. Irawan Syarifuddin yang sebelumnya Camat Alas menjadi Sekretaris BKBPP, menggantikan Mas'ud, S.Sos yang menjabat sebagai Sekretaris Dishubkominfo. Agus Mustamin, S.Sos., M.Si dari Camat Sumbawa menjadi Kabag Aset, Mulyadi, S.Sos., dari Camat Labuhan Badas menjadi Camat Sumbawa, Hikmawan, SH., dari Camat Lunyuk menjadi Camat Labuhan Badas, Lukmanuddin, S.Sos, dari Camat Ropang menjadi Camat Lunyuk, Sulaiman, S.Sos, dari Camat Orong Telu menjadi Camat Unter Iwes, Ir. Irawan Subekti, dari Camat Alas Barat menjadi Camat Alas, M. Saleh Amin, S.Sos, dari Camat Maronge menjadi Camat Alas Barat, Abdul Rais, SH., dari Camat Lantung menjadi Camat Maronge, Hartono, S.Sos., dari Camat Lenangguar menjadi Camat Labangka, Tajuddin, SH., dari Kabag Humas dan Protokol Setwan menjadi Camat Lenangguar, Syahruddin, SH., dari Sekcam Buer dipromosikan menjadi Camat Lantung, Amiruddin, SH., dari Sekcam Ropang dipromosikan menjadi Camat Ropang.
Selain itu, Rachman Ansori, S.Sos., M.S.E, dari Kabag Administrasi Pemerintahan menjadi Kabag Umum. Posisinya akan digantikan oleh Drs. Burhanuddin MT., MTP yang sebelumnya Kabag Organisasi. Untuk posisi yang ditinggalkan Burhanuddin akan diisi oleh Ishak, S.Sos. (WS)

Senin, 28 Januari 2013

Kerja Bakti Massal Pemkab Sumbawa di Lokasi Kerusuhan

Sumbawa Besar, WARTASumbawa.
Ratusan PNS dilingkup Pemkab Sumbawa beserta Satpol PP, Polri dan TNI, Senin (28/01) terlihat mulai bahu membahu membersihkan lokasi kerusuhan diwilayah terbesar pemukiman warga korban kerusuhan di Jl. Baru, Uma Sima. Kerja bakti yang dipimpin langsung oleh Asisten II Setda Sumbawa, Drs. Muhammading, merupakan bagian dari aksi solidaritas terhadap warga korban kerusuhan, yang dinilai juga sudah menjadi warga Sumbawa.
Kerja bakti Pemkab Sumbawa dibantu TNI/Polri
Menurut pantauan WARTASumbawa dilapangan langsung, tampak kendaraan dan pasukan kuning mulai membersihkan puing-puing yang cukup mengganggu, seperti pecahan kaca, kayu, maupun tembok yang runtuh akibat kebakaran hebat pada 22 Januari 2013 lalu, dibantu pegawai pemda dan TNI/Polri mereka mulai menyisir dari ujung pertigaan Kampung Kodok, tepat dibelakang Makodim 1607/Sumbawa sampai dengan Jl. Manggis. Truk kuning yang biasa digunakan untuk mengangkat sampah terlihat hilir mudik membawa puing-puing tersebut untuk dipindahkan kelokasi pembuangan akhir.
Salah seorang pegawai daerah yang enggan disebutkan namanya, menyatakan kepada WARTASumbawa bahwa aksi kerja bakti ini merupakan rangkaian dari upaya pemulihan kondisi Sumbawa pasca kerusuhan, sehingga diharapkan kedepan masyarakat korban kerusuhan dapat kembali "membangun" Sumbawa, dan melupakan luka lama serta menerapkan kearifan lokal yang selama ini dibangun sejak nenek moyang para pendahulu daerah ini.
Sementara itu demi kelancaran dalam pelaksanaan kerja bakti ini, pihak Dishub Kab. Sumbawa dibantu aparat TNI/Polri sejak siang sekitar jam 14.00 Wita telah membatasi akses jalan disepanjang Jl. Baru, Uma Sima, karena jalur dijalan tersebut bukan merupakan jalan protokol atau jalur alternatif yang bukan merupakan jalur jalan raya. Dikhawatirkan dengan lalu lintas yang terlalu banyak akan mengganggu jalannya pelaksanaan kerja bakti. Secara umum pelaksanaan kerja bakti ini berlangsung dengan tertib dan mendapat dukungan masyarakat banyak. (WS)

Minggu, 27 Januari 2013

Situasi Kota Sumbawa Besar Pasca Kerusuhan

Sumbawa Besar, WARTASumbawa.
Pasca kerusuhan pada 22 Januari 2012 lalu, situasi Kota Sumbawa Besar mulai berangsur-angsur normal. Kegiatan masyarakat mulai kembali ramai dengan perputaran roda perekonomian, toko-toko sepanjang jalur protokol di Sumbawa Besar yang sebelumnya tutup total, kini sudah mulai beraktifitas. Begitupula aktifitas Pasar Seketeng yang mulai berbenah setelah hampir ratusan kios yang berada didalam bangunan pasar, habis dijarah oleh massa. Perlahan-lahan namun pasti geliat ekonomi mulai berjalan, walaupun masih ada isu-isu yang tidak benar yang dihembuskan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab masih menghantui masyarakat. Hal ini sendiri pernah dibantah oleh Dandim 1607/Sumbawa, Letkol. Inf. Agus Supriyanto maupun Kapolres Sumbawa, AKBP. Yayan Hartadi, S.IK., dalam setiap kesempatan, bahkan tokoh-tokoh agama juga memberikan pemahaman kepada warga dalam setiap kegiatan peribadahan, bahwa informasi yang cenderung menyudutkan dan membuat masyarakat ketakutan adalah isu-isu yang ingin membentuk Kab. Sumbawa tidak kondusif.
Situasi Kota Sumbawa Besar yang sudah mulai ramai
Berdasarkan pantauan WARTASumbawa, Minggu (27/01) dibeberapa lokasi yang menjadi sentra perekonomian seperti Pasar Seketeng dan komplek pertokoan lainnya antara lain di Jl. Multatuli, sepanjang Jl. Kartini, Jl. Hasanuddin, Jl. Diponegoro, dan lainnya sudah mulai ramai dan terlihat lalu lalang kendaraan serta para pedagang. Sementara beberapa pengungsi yang sebelumnya menyelamatkan diri dibeberapa lokasi pengungsian, juga sudah mulai kembali kerumahnya masing-masing. Para warga yang menjadi korban kerusuhan juga sudah mulai tampak membenahi rumahnya masing-masing yang sudah terbakar. Mereka terlihat optimis bahwa kondisi akan kembali normal, sehingga mereka bisa kembali membangun kerjasama dan silaturahmi dengan warga masyarakat sekitar yang sebelumnya hancur akibat kerusuhan.
Bahkan walaupun sebagian besar pengungsi telah kembali kerumahnya masing-masing, bantuan dari masyarakat Sumbawa tetap mengalir dari berbagai tempat, sebagai bentuk aksi solidaritas terhadap warga Sumbawa yang menjadi korban kerusuhan. Tidak jarang bantuan itu tetap diberikan, walaupun tanpa diminta sekalipun, seperti yang terpantau oleh WARTASumbawa diwilayah Jl. Baru, Uma Sima, yang merupakan wilayah terbesar terkena imbas dari aksi massa. Tampak seorang warga memperbaiki jaringan TV kabel diwilayah Jl. Baru, Uma Sima, yang sebelumnya dilayani oleh warga yang turut menjadi korban kerusuhan, yang secara kebetulan sama-sama menjadi pengusaha TV kabel. Pemandangan yang justru jarang terjadi saat ini, apabila dalam kondisi normal.
Sejauh ini aparat keamanan, baik dari kepolisian, brimob dan TNI masih berjaga-jaga dibeberapa lokasi untuk memberikan kenyamanan terhadap masyarakat bahwa Kota Sumbawa Besar sudah mulai pulih kembali. Belum ada rencana apapun menyangkut penarikan aparat keamanan, mengingat Bupati Sumbawa pada pertemuan dengan Kapolda NTB belum lama ini telah meminta agar penarikan pasukan tidak dilakukan sebelum kondisi Kota Sumbawa Besar belum benar-benar pulih seperti sediakala.  (WS)

Sabtu, 26 Januari 2013

Kunjungan Sosial H. Jusuf Kalla ke Sumbawa Besar

Sumbawa Besar, WARTASumbawa.
Ketua PMI Pusat yang juga pernah menjabat sebagai Wapres RI, H. Jusuf Kalla bersama rombongan, Sabtu (26/01) berkunjung ke Sumbawa Besar untuk melihat dari dekat kondisi para pengungsi korban aksi kerusuhan pada 22 Januari 2013 lalu, sekaligus menggelar pertemuan dengan Pemkab Sumbawa, toga. toma serta todat, dan meninjau Sekretariat PMI Cabang Sumbawa di Jl. Diponegoro. Kedatangan mantan orang nomor dua di Indonesia ini disambut cukup antusias oleh masyarakat Sumbawa Besar.
H. Jusuf Kalla bersama Prof. DR. Din Syamsuddin
Setelah turun dari pesawat di Bandara Brang Biji, H. Jusuf Kalla menyempatkan diri untuk melihat dari dekat kondisi terkini dari para pengungsi, baik yang berada di Kompi Senapan B, Makodim 1607/Sumbawa, maupun Polres Sumbawa. Tidak lupa juga beliau menyempatkan diri untuk meninjau lokasi aksi kerusuhan, seperti Pura Suka Duka dan pemukiman warga etnis tertentu disepanjang Jl. Kebayan serta Jl. Baru Uma Sima. Kepada setiap pengungsi, H. Jusuf Kalla menyatakan keprihatinannya atas insiden itu, dan kedepannya masyarakat Sumbawa jangan mudah terprovokasi dengan isu-isu yang dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab, karena semua orang disini adalah orang Sumbawa.
Rasa keprihatinannya kembali diucapkan oleh H. Jusuf Kalla sambil berjanji akan menyerahkan bantuan, pada saat pertemuan yang digelar di Kantor Bupati Sumbawa, yang juga dihadiri oleh Bupati Sumbawa, Drs. H. Jamaluddin Malik, Ketua PP Muhammadiyah, Prof. DR. Din Syamsuddin, Wakil Gubernur NTB, Ir. H. Badrul Munir, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia, Mayjen TNI (Purn) Sang Nyoman Suwisma, dan Kapolda NTB, Brigjen Pol. M. Iriawan.
Dalam pertemuan tersebut terdapat dua hal menarik yang menjadi perhatian, yaitu adanya pernyataan Bupati Sumbawa, Drs. H. Jamaluddin Malik yang mengatakan bahwa tragedi yang terjadi pada 22 Januari 2013 lalu bukan merupakan SARA, tetapi lebih kepada tindakan kriminal. Oleh karena itu aparat kepolisian segara menyelesaikan persoalan hukum secara cepat dan adil. Sementara itu, Wakil Gubernur NTB, Ir. H. Badrul Munir, mengatakan bahwa saat ini masih dalam tahap tanggap darurat, yaitu 1 s/d 12 hari kedepan. Sehingga pada 28 Januari 2013 mendatang, para pengungsi sudah dapat kembali kerumahnya masing-masing dan melakukan aktifitas sehari-hari.
Sebelum berangkat kembali menuju Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali, dari Bandara Brang Biji, H. Jusuf Kalla meninjau Sekretariat PMI Cabang Sumbawa, Setelah berkunjung ke PMI Cabang Sumbawa dan melihat kondisi sekretariatnya, H. Jusuf Kalla bersama rombongan pamit meninggalkan Kota Sumbawa Besar.(WS)

Data Pengungsi dan Kerusakan Akibat Aksi Kerusuhan di Sumbawa Besar

Sumbawa Besar, WARTASumbawa.
Pasca aksi kerusuhan, beberapa lokasi telah menjadi penampungan bagi para pengungsi untuk menyelamatkan diri dari amukan massa yang telah merusak dan membakar rumah mereka. Berikut data-data kerusakan dan jumlah pengungsi saat ini yang dihimpun WARTASumbawa dari berbagai sumber.
1. Kodim 1607/Sumbawa sebanyak 950 jiwa.
2. Kompi Senapan B 742 sebanyak 1.800 jiwa.
3. Polsek Alas sebanyak 30 jiwa.
4. Koramil Utan sebanyak 200 jiwa.
Evakuasi pengungsi oleh Polres Sumbawa
Sementara pengungsi di Polres Sumbawa sebanyak 671 jiwa, sejak kemarin (25/01) telah dipulangkan kewilayah mereka di Wanagiri, Kec. Utan. Data pengungsi ini bersifat sementara karena banyaknya migrasi para pengungsi yang menuju Bali dengan menggunakan kendaraan, baik darat, udara maupun laut.
Sedangkan jumlah kerusakan saat ini akibat kerusuhan, sebagai berikut :
1. Korban jiwa nihil.
2. 355 unit rumah rusak, 30 unit diantaranya terbakar.
3. 18 unit kendaraan rusak, 11 unit diantaranya terbakar.
4. 150 buah kios rusak dan 6 toko terbakar.
5. 1 unit bangunan hotel dan 1 unit bangunan kantor terbakar.
6. 3 buah pura rusak, 1 buah diantaranya rusak parah.
Sejauh ini belum ada perubahan menyangkut data kerusakan yang terjadi pasca kerusuhan. (WS)

Jumat, 25 Januari 2013

Kunjungan Singkat Sultan Sumbawa ke Kodim 1607/Sumbawa

Sumbawa Besar, WARTASumbawa.
Sultan Sumbawa, Kaharuddin IV atau lebih dikenal dengan sebutan Daeng Ewan, Jum'at (24/01) siang, melakukan kunjungan singkat ke Kodim 1607/Sumbawa, untuk melihat dari dekat keadaan para pengungsi korban kerusuhan pada 22 Januari 2013 lalu dan sekaligus memberikan bantuan. Sultan Sumbawa yang didampingi Sekretaris Lembaga Adat Tanah Samawa (LATS), Syukri Rahmat, S.Ag., berkeliling disemua rumah di Asrama Kodim 1607/Sumbawa yang menampung para pengungsi. Rombongan Sultan Sumbawa ini juga didampingi oleh Pasi Intel Kodim 1607/Sumbawa, Kapten Inf. Tamtanus dan Asintel Kodam IX/Udayana, Letkol Inf. Steve Parengkuan, serta perwakilan pengungsi.
Sultan Sumbawa saat berbincang dengan pengungsi
Dalam kunjungannya, Sultan Sumbawa yang mengenakan baju batik bermotif warna kuning dan celana panjang cream, turut menyatakan keprihatinannya atas kejadian yang menimpa para pengungsi korban kerusuhan, sekaligus juga meminta untuk tetap bersabar dan tetap semangat, karena para pengungsi adalah bagian dari masyarakat Sumbawa juga. Sultan juga menyatakan bahwa apa yang telah terjadi merupakan perisitwa yang tidak diduga-duga sebelumnya.
"Kita semua kecolongan, karena apa yang terjadi saat ini diluar dugaan kita semua. Oleh karena itu saat ini mari kita mulai membangun kembali Sumbawa bersama-sama", pinta Sultan disetiap pengungsi yang disinggahi.
Berdasarkan pantauan WARTASumbawa yang mengikuti rombongan, tampak para pengungsi terlihat antusias dengan kedatangan Sultan Sumbawa yang datang untuk memberikan semangat dan keprihatinan mendalam atas semua kejadian yang menimpa para pengungsi. Diantara pengungsi yang didatangi oleh Sultan, tampak pula anggota DPRD dari Partai Golkar, IDM. Oka Budiasa. (WS)

Pengarahan Bupati Sumbawa Kepada Pimpinan SKPD dan Perwakilan Masyarakat

Sumbawa Besar, WARTASumbawa.
Terkait dengan persoalan aksi kerusuhan yang terjadi pada 22 Januari 2013 lalu di Kota Sumbawa Besar, Bupati Sumbawa, Drs. H. Jamaluddin Malik, Jum'at (25/01) sekitar pukul 09.00 Wita di Lantai 3, Kantor Bupati Sumbawa, mengumpulkan seluruh pimpinan SKPD/instansi/dinas dan perwakilan masyarakat untuk memberikan pengarahan terhadap persoalan situasi dan kondisi pasca aksi kerusuhan lalu. Bupati Sumbawa yang didampingi oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) minus Kapolres Sumbawa, yang terdiri dari Ketua DPRD, H. Farhan Bulkiyah, SP., Dandim 1607/Sumbawa, Letkol Inf. Agus Supriyanto, Kajari, Sugeng Hariyadi, SH., MH., dan Kepala PN Sumbawa Besar, Moh. Yulihadi, SH., MH., dalam pengarahannya menyatakan bahwa pertemuan saat ini adalah untuk menindaklanjuti pengarahan Gubernur NTB pada 23 Januari 2013, yaitu lima poin yang dua diantaranya telah dilakukan yakni autopsi dan pembongkaran cafe-cafe di Batu Gong.
Pengarahan Bupati di Lantai 3, Kantor Bupati Sumbawa
Bupati Sumbawa juga menyampaikan tiga hal yang menjadi harapan, yaitu masyarakat tidak lagi terpancing oleh isu-isu yang tidak bertanggungjawab, keamanan menjadi tanggungjawab bersama dan Kapolda telah meminta dukungan TNI sampai lima hari kedepan, dan penyebab terjadinya kerusuhan agar ditindak sesuai hukum yang berlaku. Harapan ini disampaikan oleh Bupati Sumbawa agar seluruh masyarakat mendukung langkah penegakan hukum, karena yang terjadi saat ini bukan lagi persoalan orang Sumbawa dengan orang Bali atau Islam dengan Hindu, akan tetapi ini adalah bagian dari tindakan kriminalitas. Selain itu juga masyarakat tidak lagi terjebak dengan isu-isu yang tidak benar.
Dandim 1607/Sumbawa, Letkol Inf. Agus Supriyanto, juga turut memberikan arahan yang pada intinya memohon agar dalam setiap kegiatan keagamaan, para pemuka agama turut menyampaikan ke masyarakat agar jangan sampai terprovokasi terhadap adanya SMS atau berita yang tidak jelas. 
"Jika kita terprovokasi dan menyebarluaskan berita tersebut maka dampaknya akan semakin besar", tegasnya. 
Dandim menambahkan bahwa selain itu masyarakat harus memberikan kepercayaan dan yakin kepada aparat untuk menyelesaikan persoalan ini. Masyarakat harus memiliki kerjasama dalam menjaga keamanan lingkungannya masinh-masing.
Sementara dalam pembacaan hasil autopsi yang dilakukan oleh tim dokter independen dari UNRAM, dr. Alfi Syamsu pada intinya mengatakan bahwa kesimpulan berdasarkan keilmuan sebagai dokter forensik dinyatakan apabila melihat luka-luka yang diderita oleh korban, diidentikkan sebagai luka yang biasa terjadi pada korban meninggal dunia akibat kecelakaan  lalu lintas. Sedangkan hasil lengkapnya akan disampaikan kepada penyidik. (WS)

Kamis, 24 Januari 2013

Seluruh Cafe Batu Gong Dibongkar

Sumbawa Besar, WARTASumbawa.
Seluruh bangunan Cafe dan juga warung kecil atau rombong yang berdiri sepanjang jalur jalan diwilayah Batu Gong, Dusun Empan, Desa Labuhan Badas, Kec. Labuhan Badas, saat ini hanya menyisakan puing-puing batu dan kayu yang telah diratakan oleh mesin excavator. Aksi penggusuran dan pembongkaran seluruh bangunan cafe ini dilakukan oleh Pemkab. Sumbawa yang dipimpin langsung dilapangan oleh Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Arasy Muhkan, Kamis (24/01), yang didukung oleh tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh ormas dll. 
Pembongkaran Cafe Nyale di Batu Gong
Pembongkaran ini dimulai dari arah barat, yaitu Cafe Mandalika yang ditemui pertama kali oleh Satpol PP dan TNI sudah rusak terbakar, diduga cafe tersebut telah habis terbakar oleh massa pada saat aksi kerusuhan pada 22 Januari 2013 lalu. Selanjutnya satu persatu bangunan cafe mulai dari perbatasan antara kawasan wisata Batu Gong sampai dengan cafe yang berada didekat pemukiman penduduk di Dusun Empan. Bahkan warung-warung yang biasanya menjual makanan ataupun kios tidak luput dari upaya pembongkaran.
Pembongkaran bangunan cafe disepanjang wilayah Batu Gong dianggap oleh sebagian ormas dan tokoh masyarakat maupun tokoh agama harus dilakukan, karena sesuai dengan surat Bupati tanggal 7 Januari 2012 lalu yang secara resmi menutup beroperasinya cafe-cafe, juga dianggap sebagai sumber permasalahan bagi masyarakat Sumbawa secara umum, terutama pasca kerusuhan di Kota Sumbawa Besar yaitu cafe di Batu Gong dinilai menjadi asal muasal tewasnya salah seorang warga Desa Brang Rea, Kec. Moyo Hulu. Apalagi momen ini adalah hari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Dalam upaya pembongkaran ini, sempat terjadi penolakan oleh sebagian masyarakat yang keberatan atas pembongkaran yang dilakukan oleh Pemkab Sumbawa, selain mereka ada yang mengantongi ijin juga pengumuman yang diinformasikan kepada mereka sangat singkat, yaitu hanya H-1 saja. Namun keberatan dan penolakan warga ini tidak mendapat perhatian dari tim pembongkaran dilapangan, sehingga banyak pemilik yang hanya duduk terdiam dan memandangi bangunan mereka rata dengan tanah. (WS)

 

Rabu, 23 Januari 2013

Aksi Kriminal, Polisi Tangkapi Para Pelaku yang Diduga Penjarah

Sumbawa Besar, WARTASumbawa.
Aksi penjarahan yang berlangsung sejak rabu siang (23/01) sampai dengan sore, rupanya cukup membuat jengah aparat kepolisian, mengingat para pelaku dengan santainya tanpa memiliki perasaan bersalah membawa barang jarahannya tanpa ada penolakan dari aparat. Hal ini membuat pada malam sampai dengan dini harinya sekitar pukul 03.00 Wita, aparat Brimob Sumbawa yang telah mendapat bantuan dari Kompi Brimob Bima dan Jawa Timur akhirnya melakukan penyisiran dan sweeping terhadap para pelaku penjarahan yang sempat membuat lumpuhnya sektor perekonomian kota Sumbawa Besar. Didukung oleh TNI, pihak Brimob melakukan sweeping terlebih dahulu di areal depan Pasar Seketeng lalu kemudian bergerak menuju Simpang Jam Gadang, dan seterusnya. Selama 3 jam pelaksanaan penyisiran dan sweeping ini, pihak Brimob telah mengamankan hampir sebanyak 90 orang yang diduga menjadi pelaku penjarahan dan diangkut dengan truk Dalmas menuju Kantor Bupati Sumbawa.
Rumah yang terbakar di Jl. Baru Uma Sima.
Aksi penjarahan kembali terjadi pada siang harinya, ketika sebuah toko milik warga etnis tertentu diduga akan dirusak dan dijarah oleh para pelaku penjarahan. Sebelum kehadiran dari pasukan Brimob dan TNI, massa sudah sempat masuk dalam toko, dan kemudian membawa lari beberapa barang untuk disembunyikan. Namun aksi ini tidak begitu lama dilaksanakan, setelah sebanyak 2 peleton Brimob dan TNI dikerahkan untuk menghindari terkonsentrasinya aksi massa di sepanjang jalan protokol Jl. Garuda. Bahkan sampai untuk membubarkan massa tersebut, pihak aparat terpaksa mengeluarkan tembakan peringatan ke udara.
Dalam aksi kali ini, tim reskrim Polres Sumbawa yang juga diturunkan didekat lokasi telah mengamankan dua orang remaja yang diduga melakukan penjarahan. Penangkapan ini sendiri tidak terlepas dari peran masyarakat sekitar dengan memberikan laporan terhadap adanya oknum warga yang membawa barang jarahan. Sementara itu, menurut informasi yang diperoleh WARTASumbawa bahwa ke-90 orang massa ini akan dilakukan pemisahan, karena diyakini tidak semua warga merupakan pelaku penjarahan. (WS)

Mediasi Rombongan Kapolda NTB di Desa Brang Rea, Kec. Moyo Hulu


Sumbawa Besar, WARTASumbawa.
Aksi kerusuhan yang melanda Kota Sumbawa Besar, sangat berkaitan erat dengan tewasnya Almh. Arniyati, warga Desa Brang Rea, Kec. Moyo Hulu yang diduga akibat kelalaian seorang oknum polisi. Atas dasar hal tersebut, rombongan Kapolda NTB, Brigjen M. Iriawan yang didampingi Wagub NTB, Ir. H. Badrul Munir, dan Bupati Sumbawa, Drs. Jamaluddin Malik, berangkat menuju desa korban untuk melakukan mediasi, selasa malam (22/01). Rombongan langsung diterima diatas rumah panggung oleh ayah dan ibu korban, Hamid Saleh dan Hadiyatullah, yang difasilitasi oleh Kapolsek Moyo Hulu, Iptu. Syaogi Ansar, yang juga turut naik ke atas rumah panggung.
Suasana mediasi rombongan dengan keluarga korban
Dalam mediasi yang berjalan singkat sekitar 45 menit dan dipenuhi dengan suasana keakraban tersebut, pihak keluarga pada intinya menyatakan bahwa ikhlas menerima kematian korban dan tidak menuntut, akan tetapi tetap meminta agar proses hukum terhadap oknum polisi dapat dilakukan secara transparan dan tidak melindungi oknum anggotanya sendiri. Kapolda NTB, Brigjen M. Iriawan, dalam tanggapannya juga memberikan jaminan bahwa korps baju coklat ini akan menindaklanjuti permasalahan yang menyeret salah seorang anggotanya, dan bahkan secara gamblang memberikan kesempatan kepada pihak keluarga untuk turut dalam mengawasi proses hukumnya.
Sementara itu, untuk memberikan dukungan terhadap keluarga korban, Bupati Sumbawa, Drs. Jamaluddin Malik menyampaikan bahwa akan memberikan support kepada pihak keluarga, bahkan apabila dipandang perlu akan mendampingi dalam setiap proses hukum terhadap oknum polisi ini. Dalam penyampaiannya, Bupati Sumbawa sekaligus juga meminta kepada pihak keluarga korban untuk tetap menjaga kondusifitas daerah.
Setelah acara mediasi berlangsung, rombongan langsung bertolak kembali menuju Kota Sumbawa Besar dengan pengawalan dari TNI/Polri.
WARTASumbawa mencatat sebuah hal menarik pada saat melakukan wawancara dengan beberapa warga masyarakat di desa tersebut, salah satu hal tersebut adalah adanya pernyataan dari warga bahwa tidak ada upaya mobilisasi massa yang dilakukan untuk diarahkan ke Sumbawa Besar, karena saat ini warga masyarakat sendiri sedang menghadapi musim tanam. (WS)