Halaman

Senin, 03 Juni 2013

Demo HMI Cab. Sumbawa di Mapolres Sumbawa Berlangsung Ricuh

Sumbawa Besar, WARTASumbawa.
Puluhan massa dari HMI Cab. Sumbawa dibawah pimpinan ketua cabangnya, Yahandra Muslimin, Senin siang ini (03/6) melakukan aksi demonstrasi di Mapolres Sumbawa. Tuntutan yang disampaikan kepada Mapolres Sumbawa terkait dengan insiden bentrokan antara HMI Cab. Sumbawa dengan aparat kepolisian pada sabtu kemarin, 1 Juni 2013 terkait dengan kedatangan Wapres RI ke Kab. Sumbawa dalam rangka temu dialog dengan para petani, peternak dan pendidik se-Kab. Sumbawa. Adapun tuntutannya yaitu mendesak Kapolres Sumbawa untuk mundur dari jabatannya, dan meminta Kapolres Sumbawa untuk meminta maaf kepada keluarga besar HMI Cab. Sumbawa melalui media terkait insiden pada saat demonstrasi pada 1 Juni 2013 yang menyebabkan 2 orang aktivis HMI terluka.
Aksi HMI Cab. Sumbawa didepan Mapolres Sumbawa
HMI Cab. Sumbawa pada intinya menilai bahwa aparat kepolisian dari Polres Sumbawa telah memperlihatkan praktek brutalisme dan anarkisme, yang disebabkan oleh ketidakbecusan Kapolres Sumbawa dalam mengkoordinir anggotanya. HMI Cab. Sumbawa juga menyatakan bahwa Kapolres Sumbawa tidak mampu memahami dan mempraktekkan hal tersebut dalam berinteraksi, serta berkomunikasi dengan masyarakat terkesan pasif dan tidak aktif.
Aksi yang sempat diwarnai kericuhan akibat adanya penangkapan terhadap salah seorang massa aksi demonstran yang melakukan tindakan provokatif dengan melempar gelas air, memaksa Kapolres Sumbawa, AKBP. Karsiman, S.IK, MM, turun tangan dengan memerintahkan anak buahnya melepaskan seorang massa aksi yang ditangkap dan melakukan dialog dengan massa HMI Cab. Sumbawa, yang pada saat aksi telah melakukan pembakaran ban. Massa HMI Cab. Sumbawa yang mendesak Kapolres Sumbawa untuk menandatangani surat pernyataan kesediaan untuk mundur dari jabatannya, tidak dipenuhi oleh Kapolres Sumbawa. Kapolres Sumbawa bahkan justru mengajak massa HMI Cab. Sumbawa untuk berdialog secara arif dan bijaksana, dan bukan justru dengan cara menghujat. Bahkan kepolisian akan menerima kepada siapapun untuk bebas mengkritik kinerja aparat kepolisian selama itu disampaikan dengan cara yang santun.
"Apabila ada sesuatu hal yang ingin disampaikan, saya siap membuka ruang dikantor maupun dirumah. Silahkan untuk menemui saya apabila ada hal yang perlu dibicarakan, selama itu sopan dan bijaksana", imbuh Karsiman didepan massa aksi.
Berdasarkan pantauan WARTASumbawa, aksi HMI Cab. Sumbawa ini mendapat perhatian dari para warga yang secara kebetulan melewati jalur depan Mapolres Sumbawa, dan bahkan ada masyarakat yang sengaja menonton sehingga menunda perjalanannya. (WS)

Sabtu, 01 Juni 2013

Temu Dialog RI-2 Dengan Para Petani, Peternak, dan Pendidik di Kampus UTS

Sumbawa Besar, WARTASumbawa.
Bertempat di Kampus UTS, Desa Batu Alang, Kec. Moyo Hulu, Sabtu (01/6), Wapres RI, Prof. Boediono melakukan temu dialog dengan para petani, peternak dan pendidik se-Kab. Sumbawa. Temu dialog yang berlangsung selama satu jam ini, tampak dihadiri oleh para petinggi daerah dan penanggungjawab keamanan, baik dari TNI maupun Polri. Sementara peserta undangan temu dialog yang hampir mencapai 600 orang ini terpaksa menunggu satu jam lamanya akibat keterlambatan RI-2 ke lokasi acara, setelah diperoleh informasi bahwa terjadi keterlambatan dikarenakan tertundanya juga landing pesawat kepresidenan ke Bandara Sultan Kaharuddin III. Namun keterlambatan tersebut tidak menyurutkan para undangan untuk tetap antusias menyambut kedatangan RI-2. Hal ini dapat dimaklumi karena momen kedatangan orang nomor dua di republik ini merupakan kesempatan yang sangat langka, dan baru terjadi pasca era reformasi saat ini di Kab. Sumbawa.
DR. Zulkiflimansyah memberikan sambutannya
Kedatangan Wapres RI yang diikuti juga oleh beberapa menteri dan direksi beberapa bank terkemuka ditanah air mendapat aplaus dari para tamu undangan beberapa saat setelah memasuki areal lokasi pertemuan. Dalam kesempatannya memberikan sambutan pertama kali, Pendiri yang juga Rektor UTS, DR. Zulkiflimansyah menyampaikan bahwa Kab. Sumbawa terbangun dengan konsep Sabalong Samalewa yang berarti keseimbangan yaitu sehat secara fisik dan memiliki keluhuran budi. Sosok Prof. Boediono sudah mempresentasikan konsep ini secara keseluruhan. Sementara berdirinya UTS juga memiliki tujuan yang sama dengan konsep Sabalong Samalewa ini. Wakil Gubernur NTB, Ir. Badrul Munir, dalam kesempatan selanjutnya mengapresiasi kedatangan Wapres RI sebagai suatu kehormatan, tidak hanya bagi masyarakat Kab. Sumbawa tetapi juga masyarakat NTB. Lebih lanjut Bam biasa Wagub disebut, juga menegaskan adanya keinginan UTS yang diskenariokan sebagai salah satu universitas unggulan di NTB.
Wapres RI, Prof. Boediono yang menjadi tokoh sentral temu dialog ini menyampaikan maksud kedatangan rombongan sebagai salah satu upaya memecahkan masalah yang dihadapi para petani, peternak dan pendidik yang ada di Kab. Sumbawa, dan bukan untuk berjanji dengan memberikan jawaban instan, karena ada tahapan proses pemecahan masalah tersebut. Disamping itu beliau juga menyanjung ide dan semangat pendirian UTS oleh putra daerah yang sangat peduli terhadap pembangunan IPM tanah kelahirannya. Beberapa hal dalam sesi tanya jawab yang disampaikan oleh tiga orang penanya, yaitu Kepsek SMAN 2 Sumbawa Besar, M. Ali HK., S.Pd, M.Pd dari perwakilan pendidik, warga Dusun Malili, Desa Berare, Kec. Moyo Hulu, H. Amrullah dari perwakilan petani, dan warga Desa Lape, Kec. Lape, Amir Mahmud dari perwakilan peternak, mampu dijawab dengan baik oleh Wapres dan beberapa menteri serta direktur bank terkemuka ditanah air. Berakhirnya acara temu dialog ini setelah Wapres RI beserta rombongan meninggalkan tempat acara berlangsung untuk selanjutnya menuju BIL dengan pesawat kepresidenan yang sudah menunggu di Bandara Sultan Kaharuddin III.
Berdasarkan pantauan WARTASumbawa, baik lokasi pertemuan maupun bandara mendapat pengawalan yang sangat ketat, dan bahkan berlapis, baik Ring I sampai dengan Ring III. Terlihat pengamanan berlapis tersebut untuk mengantisipasi segala kemungkinan terhadap adanya hambatan maupun gangguan yang dapat terjadi selama pelaksanaan kunjungan kerja RI-2 ke Kab. Sumbawa. (WS)

Aksi HMI Cab. Sumbawa Berlangsung Ricuh

Sumbawa Besar, WARTASumbawa.
Aksi HMI Cab. Sumbawa yang ingin menyampaikan aspirasinya kepada RI-2 yang datang melakukan kunjungan kerja ke Kab. Sumbawa,  Sabtu (01/6) di Lapangan Pahlawan, berlangsung ricuh setelah massa HMI Cab. Sumbawa yang berjumlah puluhan itu terlibat bentrok dengan aparat petugas kepolisian dari Polres Sumbawa. Aparat kepolisian yang datang langsung memblokir jalan bagi para mahasiswa yang tergabung dalam HMI Cab. Sumbawa dibawah pimpinan Ketua HMI Cab. Sumbawa, Yahandra Muslimin, yang akan bergerak menuju jalan raya depan Lapangan Pahlawan. Kendaraan truk water canon yang dipersiapkan untuk menghalau massa HMI terpaksa memuntahkan airnya untuk membubarkan paksa massa aksi.
Aksi HMI Cab. Sumbawa sebelum bentrokan
Semprotan water canon dari kepolisian tersebut tidak pandang bulu, selain menjatuhkan dan menceraiberaikan massa aksi, juga menyebabkan beberapa orang massa aksi harus digotong keluar dari lokasi aksi dan tampak juga menghantam awak media yang terlihat kotor dan kumal karena terkena noda tanah akibat keasnya hantaman water canon. Tidak berselang lama untuk menghindari adanya tembakan water canon kembali massa HMI mengalihkan jalan keluar dengan bergerak mendekat ke ujung lapangan lainnya, tepat dengan pintu masuk Wisma Daerah. Namun lagi-lagi aparat kepolisian melakukan penghadangan kembali dan sempat terjadi beberapa kali aksi dorong antara massa aksi dengan pihak kepolisian. Akibat aksi ini dua orang mahasiswa ditandu oleh rekannya menjauh dari lokasi aksi, akibat jatuh dan terluka pada saat aksi dorong mendorong. Massa HMI terus merangsek maju untuk keluar dari areal Lapangan Pahlawan, namun tetap tidak bisa, sehingga massa aksi menghentikan sementara waktu aksinya dan melakukan aksi teatrikal didalam Lapangan Pahlawan.
Massa HMI pada akhirnya bisa menjauh setelah mereka secara beriringan bergerak menuju Masjid Nurul Huda untuk melaksanakan ibadah shalat Zhuhur, namun lagi-lagi aparat kembali melakukan blokade diseberang pintu masuk areal masjid. Aksi kucing-kucingan antara massa aksi dengan aparat kepolisian berakhir di simpang Brang Bara, setelah terjadi bentrokan antara keduanya sehingga mengakibatkan salah seorang peserta aksi, Agus Subandi yang biasa dikenal vokal, harus ditandu keluar oleh rekan-rekannya setelah pingsan akibat bentrokan tersebut. Aksi ricuh ini tidak berlangsung setelah massa aksi mulai mengundurkan diri secara perlahan, namun aparat kepolisian terlihat tetap berjaga-jaga untuk menghindari segala kemungkinan yang dapat menghambat kelancaran dari kunjungan kerja RI-2 ke Kab. Sumbawa. (WS)

Aksi Tolak Kedatangan RI-2 oleh FKR

Sumbawa Besar, WARTASumbawa.
FKR yang dipimpin Rustam Effendi memenuhi janjinya untuk mengadakan aksi menolak kedatangan RI-2, Sabtu (01/6), setelah sebelumnya melakukan aksi serupa di Simpang Jam Gadang dan Bandara Sultan Kaharuddin III. Sebanyak belasan massa FKR yang merupakan gabungan dari KOKAM, SPAS, OPM, LMND, JANKIS, MAPALA LESTARI, dan GERPAD, menggelar aksi long march sambil berorasi, dengan bergerak dari titik awal di SMA Samawa atau kampus UNSA lama, depan kantor PT. Telkom Sumbawa menuju Simpang Pasar Seketeng. 
Aksi FKR dengan melakukan long march sambil orasi
Dalam pernyataan sikapnya yang disebar pada saat aksi, FKR menyatakan bahwa praktis sejak Orde Baru sampai dengan reformasi sekarang ini, nilai-nilai Pancasila hanya menjadi benda pusaka yang disimpan oleh pemerintah dalam peti besi. Apa yang tercantum dalam nilai-nilai Pancasila hanya mimpi belaka karena pemerintah dan partai-partai hanya melahirkan para koruptor dan merusak nilai-nilai Pancasila itu sendiri.
Lebih lanjut FKR menegaskan apabila kedatangan Boediono ke Sumbawa seharusnya ditangkap dan diadili untuk mengembalikan uang rakyat yang telah dirampoknya. Penyambutan Boediono yang berlebihan adalah luka bagi warga Sumbawa karena beberapa rute ditutup, dan menghambat warga Sumbawa untuk mencari rezeki seperti pedagang bakulan dilarang untuk berjualan dijalur yang dilewati dan hampir semua toko-toko ditutup. Sementara Pemda Sumbawa yang gila hormat pada atasannya adalah cerminan bahwa Pemda Sumbawa tidak berpihak kepada rakyat miskin, dan malah berpihak kepada koruptor perusak dan memiskinkan rakyatnya. Sementara FKR dalam tuntutannya menyatakan a.l menolak kenaikan harga BBM, menghukum para koruptor termasuk Boediono, naikkan harga komoditi petani (gabah, jagung, dll), tolak UU Perguruan Tinggi, nasionalisasi aset-aset asing, dan bangun bendungan bukan pertambangan. 
Aksi FKR pada akhirnya dibubarkan aparat kepolisian dari Polres Sumbawa, yang sebelumnya juga telah melakukan negosiasi dengan FKR untuk tidak melakukan aksinya lebih lama lagi. Nampaknya pihak Polres Sumbawa juga tidak main-main untuk mengamankan kedatangan RI-2 ke Kab. Sumbawa, mengingat kehadiran orang nomor dua di republik ini merupakan kehadiran pertama kali pasca era reformasi. Hal ini tampak pada kehadiran beberapa petinggi Polri di Polda NTB, selain Kapolda NTB, yang juga turut aktif mengamankan situasi dan kondisi menjelang saat-saat kedatangan RI-2. Aksi FKR secara keseluruhan berjalan dengan tertib, tanpa ada bentrokan yang berarti, jauh dari seperti apa yang diprediksikan sebelumnya. (WS) 

Kamis, 23 Mei 2013

Rapat Pleno Penghitungan Suara Pilkada NTB 2013 KPU NTB di Hotel Sentosa.

Sumbawa Besar, WARTASumbawa.
KPU NTB hari ini, Kamis (23/5) menggelar rapat pleno penghitungan suara Pilkada NTB 2013 di Hotel Sentosa, Senggigi, Kab. Lombok Barat. Acara yang dihadiri oleh jajaran KPU NTB, Ketua DPRD Kab. Sumbawa, Drs. H. Suratmaji dan Kapolda NTB, Brigjen Pol. Drs. M. Iriawan, SH., M.Hum., dan seluruh tim sukses pasangan calon ini, mendapat pengawalan dari pihak kepolisian dan pasukan bantuan dari TNI.
Rapat pleno penghitungan suara Pilkada NTB 2013
Dalam sambutannya sebelum penghitungan suara dimulai, Ketua KPU NTB pada intinya menyatakan bahwa secara umum pelaksanaan Pilkada NTB pada 13 Mei 2013 lalu, sejak dimulainya tahapan hingga sidang siang ini berjalan dengan aman dan lancar. Beberapa tahapan yang diprediksikan akan terjadi hambatan, baik tahapan verifikasi, kampanye maupun penghitunngan suara, faktanya dilapangan tidak terjadi apa-apa, bahkan partisipasi masyarakat dalam menjaga kondusifitas daerahnya sangat tinggi.
Sementara dalam penghitungan suara yang dimulai dari Kota Mataram dan berakhir pada Kota Bima, pasangan TGB-Amin mendominasi seluruh perolehan suara di 5 kab/kota yang ada di Pulau Lombok ditambah dengan Kab. Dompu, dengan perolehan suara total sebanyak 1.038.638 suara, sementara pasangan Zul-Ichsan berada dinomor urut dua, setelah mendominasi KSB dan Kab. Sumbawa sebanyak 620.611 suara. Kemudian disusul pasangan Harun-Muhyi yang mendominasi Kab. Bima dan Kota Bima dengan perolehan sebanyak 498.420 suara. Sedangkan juru kunci, pasangan SJP-Johan sebanyak 183.823 suara. Dengan perolehan suara ini, maka KPU NTB menetapkan calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur terpilih, yaitu KH. Zainul Majdi atau dikenal sebagai Tuan Guru Bajang (TGB) dan Muh. Amin, SH., M.Si.
Seluruh saksi pasangan calon yang hadir dalam acara rapat pleno tersebut, hanya saksi pasangan Zul-Ichsan yang menyatakan akan mengajukan persoalan dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan Pilkada NTB sekaligus akan melakukan uji materiil terhadap pasal yang menyebutkan bahwa 30% plus 1 sebagai syarat menang dalam Pilkada, karena dianggap tidak mencerminkan demokrasi. (WS)

Kamis, 16 Mei 2013

Zul-Ichsan Mendominasi di Kab. Sumbawa

Sumbawa Besar, WARTASumbawa.
Sampai hari ketiga pasca pencoblosan, pasangan no. urut 4, yaitu Zul-Ichsan masih mendominasi perolehan suara pada Pilkada NTB 2013 untuk wilayah Kab. Sumbawa. Diperkirakan sampai dengan berakhirnya rekapitulasi penghitungan suara ditingkat kecamatan maupun kabupaten dalam waktu dekat ini, perolehan suara Zul-Ichsan tidak akan terkejar oleh pasangan calon lainnya. Sejauh ini berdasarkan perhitungan WARTASumbawa yang diperoleh dari berbagai sumber memperlihatkan dominasi Zul-Ichsan di Kab. Sumbawa, karena sampai dengan saat ini Zul-Ichsan telah memperoleh suara sementara yaitu sekitar 49,19% suara dari 331.316 pemilih, atau sebanyak 100.000 lebih suara. Sementara entry data yang telah masuk diperkirakan sudah mencapai angka 300.000 lebih suara. 
Cawagub TGB, Muh-Amin dan istri saat pencoblosan
Artinya Zul-Ichsan telah melakukan upaya yang luar biasa, sehingga membalikkan opini banyak orang bahwa pasangan TGB-Amin akan unggul di Kab. Sumbawa. Pasangan TGB-Amin sampai dengan saat ini memperoleh suara sementara sebesar 34,62% atau sekitar 79.000 lebih suara. Tidak demikian dengan pasangan Harun-Muhyi, yang sebelumnya digadang-gadang akan cukup memberikan "perlawanan' terhadap pasangan TGB-Amin, ternyata harus puas dengan posisi ke-3 dengan perolehan suara sementara sebesar 10,61% atau sebanyak 23.000 lebih suara. Kemudian pasangan SJP-Johan berada di posisi juru kunci dengan perolehan suara sementara sebesar 5,93% atau 13.000 lebih suara.
Walaupun pasangan Zul-Ichsan mendominasi perolehan suara di Kab. Sumbawa, secara keseluruhan masih belum bisa "berbicara banyak" untuk tingkat Propinsi NTB, mereka kalah jauh dengan pasangan TGB-Amin yang diperkirakan telah memperoleh suara lebih dari 30+1%, atau dengan kata lain menang hanya dalam satu putaran saja. TGB-Amin berhasil memaksimalkan perolehan suara di Pulau Lombok dan sebagian Pulau Sumbawa, sehingga kandidat pasangan lainnya masih berada jauh dibawah perolehan suara milik TGB-Amin. Namun perjuangan pasangan Zul-Ichsan patut diapresiasi sebagai bagian dari upaya demokrasi dan upaya kerja keras untuk bercita-cita membangun NTB yang lebih baik. Disisi lain, siapapun pemenangnya tentunya masyarakat NTB mengharapkan agar kedepannya bisa lebih baik dari semua segi. (WS)

Senin, 13 Mei 2013

Penghitungan Suara Sementara Pilkada NTB 2013 di Kab. Sumbawa

Sumbawa Besar, WARTASumbawa.
Berdasarkan penghitungan suara sementara yang dihimpun dari berbagai sumber, Senin (13/5) ditemukan bahwa pasangan Zul-Ichsan untuk sementara mampu mengungguli pasangan TGB-Amin. Hal ini tidak terlepas dari beberapa "kantong-kantong" yang diperkirakan akan dikuasai oleh pasangan TGB-Amin, ternyata tidak berjalan optimal, sehingga dikuasai oleh pasangan Zul-Ichsan yang diluar dugaan mampu mengambil wilayah-wilayah yang memiliki jumlah DPT besar kecuali Kec. Sumbawa, seperti Kec. Alas, Kec. Alas Barat, Kec. Utan, Kec. Lape, Kec. Plampang, Kec. Buer, Kec. Empang, dan Kec. Lopok.
Cawagub TGB, Muh. Amin, SH., M.Si di TPS III Kel. Lempeh
Dari 24 kecamatan yang di Kab. Sumbawa, 4 kecamatan belum menyerahkan hasil rekapitulasi ditingkat kecamatan, seperti Kec. Batu Lanteh, Kec. Ropang, Kec. Unter Iwes, dan Kec. Orong Telu. Sedangkan dari sebanyak 24 kecamatan pasangan Zul-Ichsan menguasai 16 kecamatan dengan jumlah pemilih sebanyak 94.717 pemilih atau 29,50%. Disusul oleh pasangan TGB-Amin yang menguasai 4 kecamatan, yaitu Kec. Lunyuk, Kec, Sumbawa, dan Kec. Labuhan Badas, dan Kec. Moyo Utara, yang tidak cukup untuk mendongkrak suara agar mendekati perolehan suara milik Zul-Ichsan. TGB-Amin hanya memperoleh 63.688 pemilih atau 19,83%, kemudian pasangan HARUM sebanyak 21.017 pemilih atau 6,55%, dan terakhir adalah SJP-Johan sebanyak 11.609 pemilih atau 3,61.
Selain itu dari hasil penghitungan suara tersebut, tercatat sebanyak 80.541 pemilih atau 25,08% menyatakan tidak memilih atau lebih cenderung Golput. Sedangkan 11.087 pemilih atau 3,45% dinyatakan sebagai suara tidak sah. Dengan besarnya persentase dari kelompok pemilih yang tidak menggunakan hak pilihnya atau golput, menandakan peningkatan dibandingkan pemilu-pemilu sebelumnya di Kab. Sumbawa. Sehingga hal ini perlu menjadi bahan pelajaran bagi para stakeholder yang berhubungan dengan pelaksanaan pemilu, terutama kedepan untuk menghadapi Pemilu Legislatif 2014 mendatang. (WS)

Situasi Pemungutan Suara Pilkada NTB di Kab. Sumbawa Kondusif

Sumbawa Besar, WARTASumbawa.
Situasi pemungutan suara Pilkada NTB 2013 diwilayah Kab. Sumbawa, terutama Kota Sumbawa Besar, Senin (13/5), sejauh ini masih terbilang sangat kondusif, walaupun masih terdapat kerawanan akan munculnya persoalan terkait dengan pemilih yang tidak terdata. Namun berdasarkan pemantauan WARTASumbawa dilapangan, tidak ditemukan adanya persoalan yang serius. Hal ini tidak terlepas dari "blusukan" yang dilakukan pihak pemerintah Kecamatan Sumbawa bekerjasama dengan Muspida setempat, dan pihak penyelenggara dalam hal ini KPUD Sumbawa. 
Situasi TPS 10 Kel. Uma Sima masih kondusif
Beberapa TPS yang diperkirakan sempat memiliki kekhawatiran dalam aplikasinya justru tidak ada kendala apapun yang berarti, seperti TPS 10 Kampung Irian, Kel. Uma Sima yang terdapat sebanyak 99 orang pemilih yang tidak tercover dalam DPT wilayah bersangkutan. Nampak di TPS 10 Kampung Irian, Kel. Uma Sima, tidak tanggung-tanggung langsung dihadiri oleh Ketua KPUD Sumbawa, Suhardi So'ud, SE., dan Ketua Tim Pemenangan TGB-Amin untuk Kab. Sumbawa, yang juga Ketua DPC Partai Demokrat Kab. Sumbawa, Syamsul Fikri AR, S.Ag., M.Si.
Sementara itu, dari keseluruhan kandidat dalam Pilkada NTB 2013 ini, beberapa TPS di Kab. Sumbawa yang dianggap merupakan "daerah jajahan" dari kandidat maupun tim sukses pasangan calon, ada yang meraup suara yang cukup signifikan, namun ada juga hasilnya yang diluar dugaan. Cawagub TGB, Muh. Amin, SH., M.Si., yang melakukan pencoblosan di TPS III Kel. Lempeh mendulang suara yang sangat dominan, jauh meninggalkan para kandidat lainnya. TGB-Amin di TPS tersebut memperoleh 250 suara, jauh meninggalkan kandidat lainnya, seperti Zul-Ichsan yang hanya mendapat 16 suara, HARUM sebanyak 5 suara, bahkan SJP-Johan hanya 1. Hal yang sama terjadi pula pada TPS III Desa Uma Beringin, Kec. Unter Iwes, yaitu lokasi TPS dari Ketua Tim Pemenangan TGB-Amin Kab. Sumbawa, Syamsul Fikri AR., M.Si. Di TPS tersebut pasangan TGB-Amin memperoleh 269 suara, Zul-Ichsan hanya 97 suara, HARUM 24 orang, dan SJP-Johan hanya mendapat 8 suara.
TPS XIII Kel. Brang Bara, yaitu lokasi TPS dari Ketua Tim Pemenangan HARUM, H. Ilham Mustami, S.Ag., pasangan HARUM tidak bisa berbuat banyak, dan bahkan perolehan suara TGB-Amin bersaing ketat dengan pasangan Zul-Ichsan. TGB-Amin sebanyak 124 suara, SJP-Johan 20 suara, HARUM 29 suara dan Zul-Ichsan memperoleh 99 orang. (WS)




Persiapan di TPS-TPS Menjelang Pemungutan Suara

Sumbawa Besar, WARTASumbawa.
Pelaksanaan Pilkada NTB 2013 di Kab. Sumbawa sejauh ini tidak mempunyai kendala yang berarti dan terbilang lancar, walaupun sempat terjadi kekurangan beberapa barang logistik kebutuhan pada pilkada esok hari. Demikian Ketua KPUD Sumbawa, Suhardi So'ud, SE., memberikan pernyataannya ketika diwawancara oleh WARTASumbawa di Kantor KPUD Sumbawa, Minggu malam (12/5).
Ketua KPUD Sumbawa, Suhardi So'ud,SE.
Suhardi So'ud, SE., menyatakan pula walaupun secara umum persiapan lancar, namun dibeberapa lokasi masih memiliki kerawanan akan adanya konflik disaat pemungutan suara esok. Salah satunya adalah TPS 10 Kel. Uma Sima, yang lokasinya berada di SD 13, Kampung Irian, Kel. Uma Sima, yaitu adanya banyak masyarakat yang tidak terdata sebagai pemilih, yang mencapai sebanyak 99 orang.
WARTASumbawa yang menemui langsung Ketua RT. 02/010, Burhanuddin, S.IP yang secara kebetulan didampingi Ketua KPPS, Turino Junaedi, S.Sos., mengatakan bahwa TPS 10 merupakan gabungan dari dua RT, yaitu RT. 01 dan RT 02/010, yang terdapat sebanyak 248 pemilih. Dari 99 orang yang tidak terdaftar sebagai pemilih seluruhnya merupakan warga RT. 01/010, sementara untuk warga RT. 02/010 tidak memiliki persoalan karena telah terdata sebelumnya. 
Burhanuddin menjelaskan bahwa tidak masuknya ke-99 orang dari RT. 01/010 sebagai pemilih pada Pilkada NTB ini kemungkinan besar disebabkan oleh tidak aktifnya Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) yang mendata warga yang berhak menjadi pemilih. Persoalannya saat ini menurutnya bukan terletak pada pemungutan suaranya karena warga yang tidak terdata tersebut bisa datang ke TPS sambil membawa KTP dan KK, namun yang paling penting adalah tidak adanya surat suara sejumlah 99 buah untuk mengakomodir  warga ini, karena yang dikirimkan ke TPS adalah 248 ditambah 5 surat suara cadangan. Jadi TPS 10 masih kekurangan 94 surat suara. 
"Atas dasar itu, sebagai langkah antisipasi maka pihak KPPS maupun TPS 10 bersangkutan telah meminta kepada KPUD Sumbawa untuk bisa mengirimkan orangnya secara khusus untuk memantau proses pemungutan suara di TPS 10 agar lebih memudahkan komunikasi dan mengambil keputusan dilapangan seandainya ada persoalan besoknya',  imbuh Burhanuddin kepada WARTASumbawa.
Sementara itu, berdasarkan informasi yang diperoleh WARTASumbawa, menjelang pemungutan suara ini Camat Sumbawa, Mulyadi, S.Sos., didampingi Danramil Kota, Kapten A. Nurodin Hidayat, S.Sos, tengah memantau persiapan pelaksanaan pemungutan suara di TPS-TPS yang berada diwilayah Kota Sumbawa Besar. (WS)


Kamis, 09 Mei 2013

Dukung Pilkada NTB 1 Putaran, SPRS Aksi di Bundaran Jam Gadang

Sumbawa Besar, WARTASumbawa.
Puluhan massa yang menamakan dirinya Serikat Persatuan Rakyat Sumbawa (SPRS) dipimpin Khaeruddin dan Roni, melakukan aksi dukungan terhadap pelaksanaan Pilkada NTB 1 putaran, Kamis (09/5) pagi. Aksi yang disertai dengan pembagian selebaran dan orasi ini, hanya dilakukan di Simpang Jam Gadang, lalu kembali ketempat semula mereka berkumpul, yaitu di Lapangan Pahlawan, depan Wisma Daerah. Pelaksanaan aksi ini sendiri mendapat pengawalan dari aparat Polres Sumbawa, mengingat saat ini sudah mulai masuk dalam minggu tenang sebelum pelaksanaan pemungutan suara Pilkada NTB pada 13 Mei 2013.

SPRS saat long march kembali menuju Lapangan Pahlawan
 Dalam orasinya, Korlap, Khaeruddin pada intinya menyampaikan bahwa rakyat Sumbawa harus menentukan pilihannya yang tepat kepada kandidat yang bersaing, agar pilkada dapat berlangsung hanya satu putaran. Jika sampai dua putaran maka tentu akan merugikan dari segi anggaran. Sedangkan jika berlangsung hanya satu putaran, maka diprediksikan akan menghemat anggaran sebesar Rp. 40 milyar. Khaeruddin menambahkan apabila anggaran pada putaran kedua ini bisa dialihkan untuk membangun bendungan, dan pembukaan lahan pertanian baru, serta mengoptimalkan pembangunan lainnya bagi kepentingan rakyat.
Tidak ada tuntutan yang disampaikan oleh massa, namun mereka hanya menyampaikan alasan-alasan mengapa rakyat perlu mendukung Pilkada NTB hanya 1 putaran saja, yaitu rakyat butuh kepastian cepat siapa Gubernur di NTB, dan juga dapat menghemat anggaran Rp. 40 milyar untuk biaya putaran kedua. Selain itu, pemerintahan di NTB dapat segera bekerja melayani rakyat, dan juga kandidat yang bersaing akan cepat bersatu kembali dan terhindar dari konflik. (WS)