Halaman

Rabu, 20 Maret 2013

Pertemuan Menteri PDT Dengan Pemda dan Tomas Kab. Sumbawa

Sumbawa Besar, WARTASumbawa.
Setelah melakukan kunjungan dari Kab. Dompu, rombongan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT), DR. Helmy Faisal Zaini, melakukan kunjungan kerja ke Kab. Sumbawa, rabu hari ini (20/3). Rombongan yang dijemput Patwal diperbatasan, tiba sekitar pukul 21.30 Wita dan langsung menggelar pertemuan dengan para pejabat lingkup Setda Sumbawa dan tokoh masyarakat Kab. Sumbawa. Tampak pula dalam pertemuan tersebut Wakil Ketua Komisi XI DPR-RI yang juga pendiri Universitas Tekhnologi Sumbawa (UTS), DR. Zulkiflimansyah, dan Direktur PT. Santos Jaya Abadi yang juga pengusaha Kopi "Kapal Api", Soedomo Margenoto.
Dalam sambutannya, Bupati Sumbawa, Drs. H. Jamaluddin Malik, menyatakan bahwa Kab. Sumbawa merupakan kabupaten terluas yang ada di NTB dan masih termasuk dalam kabupaten tertinggal di Indonesia. Namun dengan adanya program PIJAR (Sapi, Jagung dan Rumput Laut) yang merupakan program unggulan Propinsi NTB, memberikan kontribusi yang besar bagi pengentasan kemiskinan di Kab. Sumbawa. Sementara itu persoalan yang saat ini dihadapi oleh Kab. Sumbawa adalah menyangkut masalah air, oleh karena itu pemerintah daerah mengharapkan kepada UTS untuk bisa menghasilkan sebuah tekhnologi yang mampu menyuling air laut menjadi air bersih. JM juga menyebutkan bahwa pemerintah daerah sangat mengharapkan dukungan dari Kementerian PDT, karena dengan adanya dukungan tersebut maka diharapkan bisa melecut kerja keras agar Kab. Sumbawa bisa lebih baik lagi dari sekarang ini. 
Menteri PDT saat memberikan sambutannya
DR. Zulkiflimansyah yang didaulat untuk memberikan sambutannya, menyatakan bahwa kedatangan Menteri PDT ke Kab. Sumbawa, selain sebagai sahabat semasa di DPR-RI, juga saat ini beliau ditunjuk sebagai Ketua Dewan Pembina UTS. Bahkan kedepan akan dibuat MoU antara UTS dengan Kementerian PDT sehingga UTS akan menjadi kampus pembina daerah tertinggal di NTB.
Dibagian lain, Direktur PT. Santos Jaya Abadi, Soedomo Mergonoto dalam sambutannya mengatakan bahwa keterlibatan dirinya di Sumbawa didasari atas pengamatannya setelah melihat kondisi daerah yang sangat minus akibat kurangnya ketersediaan air. Hal ini yang kemudian memicu inisiatif untuk membantu masyarakat dengan membuat program penanaman tanaman sisal bekerjasama dengan pemerintah daerah. Tanaman sisal akan cukup menjanjikan keuntungan bagi masyarakat Sumbawa. Kedepan, jagung yang semula menjadi tanaman pokok hanya akan menjadi tanaman tumpang sari, sementara tanaman sisal akan menjadi tanaman pokoknya. Dalam 5 atau 6 tahun kedepan, Kab. Sumbawa diharapkan bukan lagi digolongkan sebagai daerah tertinggal.
Sementara dalam pertemuan tersebut, Menteri PDT, DR. Helmy Faisal Zaini menyoroti tentang perlu adanya terobosan agar daerah tertinggal tidak lagi menjadi tertinggal. Kementerian PDT akan memberikan stimulus bantuan bagi daerah tertinggal dengan harapan dalam waktu 2 tahun kedepan ketertinggalan daerah-daerah ini bisa segera teratasi. Menteri PDT juga menyatakan bahwa kunjungan Kementerian PDT ke daerah tertinggal sebenarnya adalah belanja masalah, dan dari belanja tersebut ada tiga masalah yang saat ini sedang menjadi persoalan bagi daerah-daerah tertinggal, yaitu masalah fiskal atau kemampuan anggaran daerah bagi upaya pembangunan infrastruktur daerah, masalah kesehatan menyangkut keberadaan tenaga-tenaga medis, dan masalah banyaknya lahan terlantar atau lahan tidur yang tidak dimaksimalkan, sehingga Kementerian PDT mendorong agar bupati bisa melakukan intervensi dengan melakukan pemberdayaan terhadap keberadaan lahan terlantar atau lahan tidur tersebut.
Selain melakukan pertemuan, Menteri PDT juga menyerahkan bantuan kepada Kab. Sumbawa mencapai Rp. 3,88 milyar, yang terdiri dari bantuan stimulan dalam pengembangan sumber daya hayati, bantuan infrastruktur informasi dan telekomunikasi warung informasi masyarakat, bantuan kemandirian kelembagaan di kabupaten daerah tertinggal, bantuan peningkatan infrastruktur kesehatan air bersih, bantuan pengembangan kebijakan, koordinasi dan fasilitasi pengembangan kawasan pedesaan didaerah tertinggal, dan bantuan DAK tahun 2013. (WS)

Selasa, 19 Maret 2013

Sidang Lanjutan IGES di Kantor PN Sumbawa Besar

Sumbawa Besar, WARTASumbawa.
Sidang lanjutan terhadap terdakwa Brigadir IGES yang dianggap sebagai pemicu kerusuhan Sumbawa pada 22 Januari 2013 lalu kembali digelar di Kantor PN Sumbawa Besar, selasa siang ini (19/3). Sekitar 20 orang menonton sidang yang dibuka untuk umum, walaupun sebagian besar diisi oleh aparat kepolisian dari Polres Sumbawa yang duduk dikursi penonton sidang. Pelaksanaan sidang lanjutan dengan no. perkara 40/PID.B/2013/PN.SBB ini dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim, Dedy Heryanto, SH, dan didampingi oleh Faturrahman, SH. serta Zainurrofik, SH. sebagai hakim anggota. Sementara bertindak sebagai JPU adalah Abdul Syukur, SH. dari kantor Kejaksaan Negeri Sumbawa.
Brigadir IGES saat dimintai keterangan oleh majelis hakim
Agenda sidang pada hari ini adalah pemeriksaan terhadap saksi yang dihadirkan oleh JPU, yaitu dokter forensik UNRAM yang melakukan autopsi terhadap korban Arniyati, dr. Arfi Syamsu, dan penyidik unit lakalantas Polres Sumbawa, Brigadir Franky William James, serta terdakwa sendiri. Dalam kesaksiannya, dr. Arfi Syamsu menyatakan bahwa berdasarkan pemeriksaannya saat melakukan autopsi terhadap jenazah korban, maka ia menyimpulkan bahwa korban meninggal dunia karena kecelakaan lalulintas. Hal yang sama disampaikan oleh Brigadir Franky William James, sebagai penyidik lakalantas bahwa kasus yang terjadi sehingga menyebabkan korban Arniyati meninggal dunia murni diakibatkan kecelakaan lalulintas. Terdakwa, Brigadir IGES ketika dimintai keterangannya oleh majelis hakim juga menyatakan hal yang tidak jauh berbeda dengan kesaksian dua orang sebelumnya.
Setelah mendengarkan kesaksian dua saksi ahli dan terdakwa, majelis hakim memutuskan sidang akan dilanjutkan lagi pada kamis, 26 Maret 2013 dengan agenda pembacaan tuntutan oleh JPU. Sementara itu berdasarkan wawancara WARTASumbawa dengan JPU, Abdul Syukur, SH setelah acara sidang selesai dilakukan, diperoleh informasi bahwa sidang kasus yang melibatkan Brigadir IGES ini kemungkinan besar hanya menyisakan 2 atau 3 kali sidang, untuk kemudian ada keputusan final dari majelis hakim. Berdasarkan pantauan langsung WARTASumbawa sendiri, jalannya sidang berjalan lancar dan tertib, sama seperti sidang-sidang sebelumnya. (WS)

Kamis, 14 Maret 2013

Sidang Kasus Penjarahan di PN Sumbawa Besar

Sumbawa Besar, WARTASumbawa.
Sebanyak 6 orang tersangka kasus penjarahan pada saat kerusuhan Sumbawa 22 Januari 2013 lalu, kembali diajukan ke meja hijau, kamis (14/3) di Kantor PN Sumbawa Besar. Acara yang sempat dihadiri puluhan massa yang menonton acara sidang ini, menghadirkan para terdakwa, yaitu H alias Toink (23 thn), RS (22 thn), SJ (21 thn), SP (25 thn), J (30 thn) dan R (27 thn). Sementara Majelis Hakim yang menangani sidang tersebut, yaitu Wempi WS. Duka, SH. sebagai Ketua dan didampingi oleh Ainur Rofik, SH., dan Faturrohman, SH., sebagai Anggota. JPU yang ditunjuk adalah Baiq Ira Mayasari, SH yang didampingi Dicky Adi Firmansyah, SH, dari Kejaksaan Negeri Sumbawa.
TP dan H alias Feri yang merupakan tersangka dibawah umur
 Ke-6 orang terdakwa ini secara bergantian dan bergiliran memasuki ruangan sidang, dikawal oleh pihak kepolisian dan pegawai Kejaksaan Negeri Sumbawa. Mereka sebelumnya didakwa telah melakukan tindakan penjarahan terhadap rumah dan tempat usaha milik warga etnis tertentu pada saat kejadian kerusuhan di Sumbawa Besar, 22 Januari 2013 lalu. Ke-6 terdakwa ini juga merupakan kelompok ke-II dari kelompok terdakwa kasus penjarahan yang diajukan ke pengadilan, setelah minggu sebelumnya tepatnya 7 Maret 2013, 4 orang terdakwa lainnya dan 2 diantaranya masih dibawah umur yaitu TP (17 thn), H alias Feri (17 thn), C alias Beni (18 thn), dan IS (20 thn) juga diajukan ke kursi pesakitan atas kasus yang sama..
Sebelum sidang selesai dilaksanakan, Ketua Majelis Hakim, Wempi WS. Duka, SH., menyatakan bahwa sidang akan dilanjutkan kembali pada senin, 18 Maret 2013 mendatang. Secara umum, proses persidangan kasus penjarahan ini berjalan dengan tertib dan aman, karena mendapat pengawalan dari pihak kepolisian yang menurunkan separuh kekuatan untuk mengamankan jalannya persidangan yang terkait dengan kasus kerusuhan Sumbawa lalu ini. (WS)

Sosialisasi Penyelenggaraan Pemilukada NTB 2013 oleh KPUD Sumbawa

Sumbawa Besar, WARTASumbawa.
Untuk menjamin kelancaran pelaksanaan Pemilukada NTB Tahun 2013 mendatang, KPUD Sumbawa pada kamis hari ini (14/3) melaksanakan acara sosialisasi penyelenggaraan Pemilukada NTB Tahun 2013 yang ditujukan bagi seluruh PPK se-Kab. Sumbawa. Acara yang digelar di Hotel Cendrawasih ini dihadiri oleh sekitar 130 orang, yang terdiri dari Ketua KPUD Sumbawa, Suhardi So'ud, SE, dan seluruh anggota yaitu Syukri Rahmat, S.Ag., Sudirman, S.IP., Adi Manaungi dan Nurul Khaerani, S.IP, serta seluruh petugas PPK yang berada diseluruh kecamatan se-Kab. Sumbawa. 
Dalam kata sambutannya, Ketua KPUD Sumbawa, Suhardi So'ud, SE., pada intinya menyatakan bahwa sosialisasi ini merupakan bagian dari upaya penekanan kepada seluruh PPK yang ada untuk bisa menghadirkan pelaksanaan Pemilukada NTB yang bersih, jujur dan adil, sehingga tercipta keadilan dan keamanan di Tanah Samawa nantinya. Selain itu juga, KPUD Sumbawa menekankan pentingnya independensi dan perlakuan yang adil dari seluruh petugas pelaksana Pemilu, baik PPK maupun PPS dalam pelaksanaan Pemilukada NTB 2013 mendatang.
Ketua KPUD Sumbawa menyampaikan kata sambutannya
Sementara itu, Ketua Divisi Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih KPUD Sumbawa, Adi Manaungi, dalam presentasinya tentang Strategi Sosialisasi Pemilu Gubernur dan Wagub Tahun 2013, menyatakan bahwa target capaian sosialisasi dan penyampaian informasi pemilu adalah tersebarluasnya informasi mengenai tahapan dan program penyelenggaraan pemilu kepada masyarakat secara terpadu/integral. Selain itu juga tersebarluasnya tema dan materi informasi tentang penyelenggara pemilu, meningkatnya pemahaman dan pengetahuan masyarakat akan pentingnya pemilu dalam membangun kehidupan demokrasi dan tentang tahapan serta program Pemilukada 2013, juga meningkatnya pemahaman dan pengetahuan masyarakat tentang beberapa hal teknis dalam menggunakan hak politik dan hak pilihnya dengan benar. Target capaian lainnya adalah meningkatnya kesadaran masyarakat pemilih untuk berperan serta dalam setiap tahapan pemilu dan dalam menggunakan hak pilihnya pada Pemilukada 2013.
Sedangkan strategi tahapan sosialisasi, yaitu pertama difokuskan pada "brand image building" KPUD Sumbawa, kedua difokuskan pada sosialisasi dan pemberian informasi kepada seluruh penyelenggara pemilu sampai tingkat PPK, PPS dan KPPS agar tercapai persepsi yang sama. Ketiga, difokuskan kepada semua kelompok sasaran pemilih sehingga tidak ada masyarakat yang tidak memilih karena tidak mendapat informasi, keempat memaksimalkan peran PPK dan PPS sebagai ujung tombak dalam sosialisasi, dan kelima difokuskan pada sosialisasi tata cara pemungutan dan penghitungan suara berdasarkan peraturan per-UU-an. (WS)

Rabu, 13 Maret 2013

Pengunjung Sidang Diamankan Polisi di PN Sumbawa Besar

Sumbawa Besar, WARTASumbawa.
Entah apa yang diinginkan oleh DI (22 thn) ketika diamankan oleh pihak kepolisian yang sedang berjaga didepan kantor PN Sumbawa Besar, sesaat sebelum berlangsungnya sidang terhadap terdakwa IGES di kantor PN Sumbawa Besar, rabu (13/3). Pemuda asal Brang Biji ini diamankan beserta dengan barang bukti berupa sebilah keris dan 2 gunting cukur kecil yang diselipkan dalam tas pinggangnya. Diamankannya DI setelah pihak kepolisian melakukan pemeriksaan terhadap para pengunjung yang akan masuk kedalam kantor PN Sumbawa Besar.
DI saat diruang Kabag Umum PN Sumbawa Besar
Dari pernyataannya kepada pihak kepolisian bahwa tujuannya ke kantor PN Sumbawa Besar adalah untuk mengantarkan satu unit printer milik kantor pengadilan dimaksud yang telah diservis, setelah mendapat telepon via HP dari pihak kantor pengadilan. Hal ini dikuatkan oleh Kabag Umum PN Sumbawa Besar, Nurdin, dengan menunjukkan bukti kuitansi servis pronter tersebut. "Memang printer yang dibawa oleh pemuda ini adalah milik kantor pengadilan yang sebelumnya perlu diservis, dan kami sudah menghubunginya. Sementara menyangkut masalah pisau dan gunting yang ditemukan ditasnya, kami tidak tahu menahu", ungkap Nurdin menjawab pertanyaan WARTASumbawa.
Sementara DI mengatakan bahwa keris kecil dan 2 buah gunting tersebut adalah memang miliknya, namun ia tidak memiliki niat buruk apapun. "Ngga ada niat apa-apa kok pak. Itu sudah biasa ada keris dalam tas saya untuk jaga-jaga diri. Sedangkan gunting itu alat kerja saya sebagai tukang service untuk memotong kabel", jelasnya ketika diwawancarai WARTASumbawa sesaat setelah diamankan oleh pihak kepolisian.
Namun demikian, aparat kepolisian tetap menggelandang pemuda tersebut ke Polres Sumbawa untuk dimintai keterangannya terkait ditemukannya sebilah keris dan 2 buah gunting tersebut. Sampai berita ini diturunkan belum didapatkan keterangan remsi apakah DI akan ditahan dengan UU Darurat atau dilepas dan dikenai wajib lapor saja. (WS).

Sidang Kasus Kerusuhan di PN Sumbawa Besar

Sumbawa Besar, WARTASumbawa.
Kasus lakalantas yang menyeret IGES sehingga menyebabkan tewasnya Arniyati, yang kemudian memicu terjadinya kerusuhan di Sumbawa mulai disidangkan sejak 6 Maret 2013. Dalam sidang lanjutan hari ini, rabu (13/03), IGES kembali hadir sebagai terdakwa. Acara sidang dengan nomor perkara 40/PID.13/2013/PN.SBB, ini dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim, Dedi Heriyanto, SH. Adapun agenda sidang saat ini adalah pemeriksaan saksi-saksi yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum dari Kejari Sumbawa, Abdul Syukur, SH.
IGES tampak didampingi PH-nya, Kamil Takwim, SH.
Dari hasil pemeriksaan saksi-saksi yang dihadirkan dan dimintai kesaksiannya, ditemukan fakta yang sesuai dengan kejadian yang mereka temukan di TKP, dengan menyatakan bahwa tidak ada tindakan kekerasan yang dialami oleh korban Arniyati. 
"Saya hanya melihat Arniyati jatuh dengan posisi motor diatas kakinya, dan dari mulutnya mengeluarkan darah", ungkap seorang saksi kepada majelis hakim. Pernyataan ini kemudian juga dikuatkan oleh keterangan saksi yang lainnya. Sehingga dari keterangan beberapa saksi-saksi rata-rata belum ada satupun yang memberatkan terdakwa, IGES.
Setelah mendengarkan kesaksian dari para saksi, sebelum ketua majelis hakim mengakhiri sidang, sempat menanyakan kepada terdakwa, IGES apakah menolak atau menerima semua isi dari kesaksian para saksi. IGES dengan tegas menyatakan menerima semua keterangan dari para saksi yang dihadirkan oleh JPU. Acara sidang lanjutan akan kembali digelar pada rabu depan, 20 Maret 2013 dengan agenda lanjutan masih pada pemeriksaan para saksi.
Dalam pengamatan langsung WARTASumbawa, proses persidangan kali ini berjalan dengan tertib dan aman, karena pengamanan yang ketat dilakukan oleh pihak kepolisian dibantu oleh pasukan dari Kompi Brimob Sumbawa. (WS).

Rabu, 27 Februari 2013

Banjir di Sumbawa Besar

Sumbawa Besar, WARTASumbawa.
Akibat hujan yang terus menerus melanda Kota Sumbawa, dibeberapa titik jalan didalam kota menjadi tergenang atau banjir, Rabu (27/02). Bahkan dibeberapa titik tersebut, warga masyarakat terpaksa melakukan pemblokiran jalan agar para pengguna kendaraan terutama motor tidak mogok. Curah hujan yang tinggi sejak empat hari tanpa henti diduga menjadi faktor terjadinya genangan, ditambah dengan tidak berfungsinya saluran pembuangan dilokasi-lokasi akibat daya tampung yang tidak cukup atau tersumbatnya saluran akibat kotoran yang ada diselokan.
Banjir disepanjang Jl. Kebayan
Berdasarkan pantauan WARTASumbawa langsung dilapangan sejak siang sampai sore hari tadi, beberapa lokasi telah terjadi banjir, antara lain pemukiman warga di Jl. Tambora, depan SD 11 Kebayan, sepanjang jalur Jl. Kebayan dari SMK 1 sampai simpang Kejaksaan Negeri Sumbawa, simpang Diknas, Jl. Baru Uma Sima, dan Kampung Jawa (samping Kodim 1607/Sumbawa). Sementara itu wilayah Gang Kauman, Labuhan Badas juga ikut terendam.
SemnSejauh ini hujan masih saja terus turun dengan intensitas yang masih tinggi, sehingga warga dilokasi yang memiliki kerawanan akan banjir menjadi khawatir akan datangnya banjir yang lebih besar akibat meluapnya sungai, seperti siklus banjir yang sering terjadi di Sumbawa Besar. (WS)

Selasa, 19 Februari 2013

PMBB Demo UNSA Terkait Status Prodi Bahasa dan Biologi

Sumbawa Besar, WARTASumbawa.
Puluhan mahasiswa program studi (prodi) bahasa dan biologi UNSA yang tergabung dalam Persatuan Mahasiswa Bahasa dan Biologi (PMBB), selasa (19/02) mendatangi berbagai instansi untuk mengadukan persoalan status prodi untuk angkatan I, II dan III, yang terancam tidak bisa diakui legalitas ijazahnya. Kasus ini membuat ke-3 angkatan tersebut pantas khawatir, karena prodi bahasa dan biologi UNSA justru sudah diakui terakreditasi hanya mulai angkatan tahun 2011 keatas. Sementara para mahasiswa angkatan I, II dan III adalah mahasiswa angkatan tahun 2008, 2009 dan 2010, yang bisa dikatakan akan segera diwisuda sebagai sarjana S1.
Massa aksi di Kampus UNSA
Korlap aksi, M. Hattap, dalam orasinya menyinggung keberadaan kampus UNSA sebagai kampus yang melakukan bisnis berkedok pendidikan terhadap mahsiswa dan masyarakat Sumbawa secara umum. Pihak perwakilan mahasiswa bahkan sudah bertemu dengan pihak kampus terkait kejelasan status tersebut, namun pihak mahasiswa hanya diberikan janji-janji saja.
Adapun tuntutan dari PMBB, yaitu angkatan I dan II prodi bahasa dan biologi harus diwisudakan tahun 2013, memperjelas KTM untuk angkatan I dan II, dan ijazah harus legal dan dapat dipergunakan secara nasional ketika sudah diwisuda, serta menuntut ganti rugi Rp. 200 juta/mahasiswa dan akan menempuh jalur hukum atas dasar penipuan serta melaporkan ke Kopertis VIII, Dikti dan BAN PT, apabila dalam waktu 2 minggu seluruh tuntutan tidak direalisasikan
Beberapa instansi/lembaga yang didatangi oleh massa PMBB ini, yaitu : Polres Sumbawa, Kantor Bupati Sumbawa, Dinas Diknas Sumbawa, Kampus UNSA, dan DPRD Kab. Sumbawa. Dari berbagai instansi tersebut, hanya DPRD Kab. Sumbawa yang menemui massa aksi ini. Ketua DPRD Kab. Sumbawa, H. Farhan Bulkiyah, SP., didampingi anggota Komisi IV, Sambirang, dalam tanggapannya mengatakan bahwa pihak dewan akan memfasilitasi keinginan para mahasiswa untuk bertemu dan mendapat penjelasan dari Rektor UNSA terkait status prodi bahasa dan biologi UNSA. Direncanakan jika tidak ada hal yang mengganggu maka dijadwalkan Jum'at, (22/01) akan dilakukan pertemuan di kantor dewan. (WS)


Sabtu, 16 Februari 2013

Seminar Nasional di Kantor Bupati Sumbawa

Sumbawa Besar, WARTASumbawa.
Kedatangan Meneg Ristek RI, Prof. Dr. Ir. Gusti Muhammad Hatta, M.Si., pada Jum'at kemarin (15/02) dalam rangka melakukan kunjungan kerja sekaligus menjadi keynote speaker dalam seminar nasional yang digagas oleh Universitas Tekhnologi Sumbawa (UTS). Disela-sela kunjungan kerjanya tersebut, Meneg Ristek RI menyempatkan diri melihat dari dekat perlombaan balap kuda di Desa Penyaring, Kec. Moyo Utara, ditengah-tengah agenda penting yang akan dihelat di Kab. Sumbawa, yaitu Seminar Nasional bertemakan Integrasi Tekhnologi, Industrialisasi dan Dunia Keuangan Menuju Pembangunan Indonesia Timur, yang dilaksanakan pada Sabtu (16/02) bertempat di Lt. 3, Kantor Bupati Sumbawa, Jl. Garuda No. 01, Sumbawa Besar.
Rektor UTS, DR. Zulkieflimansyah dalam sambutannya secara eksplisit menyatakan bahwa kehadiran UTS di Sumbawa merupakan bagian dari upaya menciptakan calon-calon pemimpin bagi NTB secara umum dan khususnya bagi Kab. Sumbawa. Selain itu keberadaan UTS merupakan hasil kerja keras karena banyaknya anggapan yang muncul bahwa secara pribadi sangat mudah untuk mendirikan UTS tersebut. "Banyak yang bilang bahwa saya ini akan mudah mencari uang ke perbankan-perbankan yang ada, padahal ternyata sangat susah karena harus membuat proposal yang banyak", ujar DR. Zul, pria asli Sumbawa yang saat ini duduk menjadi anggota DPR-RI.
Wabup Sumbawa dalam sambutannya
Dibagian lain, Wabup Sumbawa, Drs. H. Arasy Muhkan, yang membuka acara seminar nasional tersebut menyatakan bahwa Pemkab Sumbawa menyambut baik berdirinya UTS sebagai bagian dari upaya memajukan daerah bersama-sama. Usaha yang dirintis oleh DR. Zulkieflimansyah dalam mendatangkan tekhnokrat dan pelaku usaha, dipandang sebagai kesempatan emas yang patut untuk disyukuri. Pendirian UTS secara langsung dan tidak langsung akan membawa Sumbawa menjadi pusat perkembangan pengetahuan dan tekhnologi, sekaligus membuka peluang baru bagi masyarakat Sumbawa untuk mendapatkan efek dari berdirinya perguruan tinggi ini, termasuk upaya meningkatkan IPM Kab. Sumbawa. Pemkab Sumbawa menjamin akan men-support keberadaan UTS ini. "Pemkab Sumbawa tengah memikirkan rencana untuk mendukung pembukaan akses jalan terdekat yang menghubungkan lokasi kampus UTS dengan jalan negara", urai H. An, panggilan akrab Wabup Sumbawa.
Sementara dalam materi inti seminar nasional tersebut, Meneg Ristek RI, Prof. Dr. Ir. Gusti Muhammad Hatta, M.Si.,menguraikan tentang rancangan pengembangan Iptek di Indonesia Timur. Dalam penyampaiannya, Meneg Ristek menyatakan bahwa saat ini Indonesia sudah menghasilkan banyak penelitian, namun hanya sebatas prototype saja. "Kita ini sudah banyak menghasilkan penelitian, hanya saja banyak tertahan ditingkat prototype. Indonesia kalau dilihat secara internasional memiliki daya saing ke-46 dari semua negara didunia. Namun jika diamati, ternyata inovasi tinggi tetapi kesiapan tekhnologi belum tinggi. Untuk itu Ristek mendorong agar prototype tersebut bisa menjadi nyata", paparnya didepan peserta seminar. Beliau juga menyatakan bahwa tugas di Ristek saat ini adalah untuk mempertemukan ABG, yaitu Akademisi, Bisnismen dan Government, untuk lebih memajukan usaha tekhnologi yang sedang dikembangkan di Indonesia. Untuk itu setiap daerah harus memiliki pusat unggulan, dan tidak menumpuk disatu daerah saja. Saat ini Indonesia baru mempunyai 3 pusat unggulan, antara lain Kakao di Jember dan Sawit di Sumatera. (WS)

Pertemuan FKUB di Kantor Kemenag Sumbawa

Sumbawa Besar, WARTASumbawa.
Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kab. Sumbawa kembali melakukan pertemuan, Sabtu (16/02) untuk membicarakan persoalan umat beragama yang saat ini terjadi di Kab. Sumbawa secara umumnya. Acara pertemuan yang langsung dihadiri Ketua FKUB, Drs. H. Umar Hasan, ini dihadiri oleh para pemuka agama yang ada di Sumbawa, seperti Wakil Sekretaris FKUB yang juga Kepala KUA Kec. Sumbawa, H. Faisal Salim, S.Ag., Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Sumbawa, I Made Suryadala, SP., Pemuka Agama Gereja Katolik Sumbawa, RM. Ignatius I Gede Adiamika Susila, Pr., dan undangan lainnya.
Dalam pertemuan tersebut, beberapa persoalan yang mencuat dalam pembahasannya, a.l : persoalan Batu Gong pasca dibongkarnya bangunan cafe-cafe, maraknya prostitusi, togel, dan peredaran miras, serta kondisi daerah pasca kerusuhan 221. Ketua FKUB, Drs. H. Umar Hasan, dalam paparan pembukanya mengatakan bahwa saat ini sudah banyak laporan yang masuk ke FKUB mengenai persoalan yang cukup menggangu hubungan antar umat beragama di Kab. Sumbawa, yaitu a.l kegiatan pembuatan miras secara masif di Kec. Utan, maraknya lalu lintas perburuan hewan babi di Kec. Labangka dan potensi konflik pasca diratakannya bangunan cafe disepanjang Batu Gong, Kec. Labuhan Badas, serta khususnya adalah miras dan togel didalam dan lingkar kota Sumbawa Besar.
Pertemuan FKUB Sumbawa dipimpin langsung Ketua FKUB
Sementara itu, Wakil Sekretaris FKUB, H. Faisal Salim, S.Ag., dalam kesempatannya mengutarakan adanya laporan masyarakat dari Desa Labuhan Sumbawa yang masuk ke Kantor Kemenag Sumbawa , yang merisaukan adanya dugaan praktek prostitusi dipinggir-pinggir pantai pasca pembongkaran cafe-cafe di Batu Gong. Selain itujuga munculnya kios-kios kecil menggunakan terpal dilokasi yang telah dibongkar sebelumnya di Batu Gong dan adanya permintaan dari beberapa pemilik cafe kepada PT. PLN Sumbawa agar segera menyambung kembali jaringan listrik kelokasi dimaksud. 
Anggota DPRD Kab. Sumbawa, Burhanuddin AB secara jelas bahkan menyatakan bahwa maraknya peredaran miras didominasi oleh masuknya miras dari luar Sumbawa, yaitu dari Lombok maupun Bali dengan menggunakan truk atau fuso yang tersamarkan oleh barang sembako bawaannya. Oleh karena itu saat ini penindakan harus menyentuh pada level penjualnya, bukan lagi membasmi pemakai mirasnya saja. Sementara maraknya kegiatan judi togel tidak terlepas dari keterlibatan oknum-oknum aparat sendiri, baik TNI/Polri yang disinyalir bermain dan mengambil keuntungan dari kegiatan tersebut. Sehingga tidak jarang menimbulkan kebencian yang justru lebih besar dibandingkan dengan oknum masyarakat biasa yang melakukan usaha judi togel ini.
Adapun hasil kesepakatan dalam pertemuan FKUB tersebut, a.l : FKUB akan menghadap Kapolres Sumbawa untuk membicarakan persoalan penyakit masyarakat (togel, prostitusi, miras dll) yang telah merusak moral masyarakat Sumbawa, dengan terlebih dahulu membawa data-data valid mengenai identifikasi secara deskriptif persoalan dimaksud. FKUB juga merencanakan akan membuat satgas yang dibentuk ketika persoalan yang sudah disampaikan kepada pihak kepolisian ini tidak mendapat respon atau tindak lanjut dari instansi yang berwenang, yang nantinya diisi oleh orang-orang yang direkomendasikan dari agama masing-masing sebanyak 20 orang/utusan. FKUB juga akan melakukan upaya sosialisasi kepada pimpinan agama dan tokoh agama akan pentingnya kehati-hatian dalam urusan asmara antara masyarakat Sumbawa yang Islam dengan masyarakat lain yang beragama non Islam. Terakhir, FKUB akan meningkatkan pendidikan agama bagi generasi muda dalam bentuk melakukan pertemuan atau koordinasi dengan dinas/instansi/lembaga terkait lainnya. (WS)