Halaman

Kamis, 09 Mei 2013

Dukung Pilkada NTB 1 Putaran, SPRS Aksi di Bundaran Jam Gadang

Sumbawa Besar, WARTASumbawa.
Puluhan massa yang menamakan dirinya Serikat Persatuan Rakyat Sumbawa (SPRS) dipimpin Khaeruddin dan Roni, melakukan aksi dukungan terhadap pelaksanaan Pilkada NTB 1 putaran, Kamis (09/5) pagi. Aksi yang disertai dengan pembagian selebaran dan orasi ini, hanya dilakukan di Simpang Jam Gadang, lalu kembali ketempat semula mereka berkumpul, yaitu di Lapangan Pahlawan, depan Wisma Daerah. Pelaksanaan aksi ini sendiri mendapat pengawalan dari aparat Polres Sumbawa, mengingat saat ini sudah mulai masuk dalam minggu tenang sebelum pelaksanaan pemungutan suara Pilkada NTB pada 13 Mei 2013.

SPRS saat long march kembali menuju Lapangan Pahlawan
 Dalam orasinya, Korlap, Khaeruddin pada intinya menyampaikan bahwa rakyat Sumbawa harus menentukan pilihannya yang tepat kepada kandidat yang bersaing, agar pilkada dapat berlangsung hanya satu putaran. Jika sampai dua putaran maka tentu akan merugikan dari segi anggaran. Sedangkan jika berlangsung hanya satu putaran, maka diprediksikan akan menghemat anggaran sebesar Rp. 40 milyar. Khaeruddin menambahkan apabila anggaran pada putaran kedua ini bisa dialihkan untuk membangun bendungan, dan pembukaan lahan pertanian baru, serta mengoptimalkan pembangunan lainnya bagi kepentingan rakyat.
Tidak ada tuntutan yang disampaikan oleh massa, namun mereka hanya menyampaikan alasan-alasan mengapa rakyat perlu mendukung Pilkada NTB hanya 1 putaran saja, yaitu rakyat butuh kepastian cepat siapa Gubernur di NTB, dan juga dapat menghemat anggaran Rp. 40 milyar untuk biaya putaran kedua. Selain itu, pemerintahan di NTB dapat segera bekerja melayani rakyat, dan juga kandidat yang bersaing akan cepat bersatu kembali dan terhindar dari konflik. (WS)

Sabtu, 04 Mei 2013

Kampanye Terbuka HARUM di Lapangan Pragas, Sumbawa Besar

Sumbawa Besar, WARTASumbawa.
Ratusan massa simpatisan dan pengurus DPC Hanura dan DPD Nasdem Kab. Sumbawa serta partai gurem lainnya hadir dalam acara kampanye paket pasangan Drs. H. Harun Al Rasyid, M.Si - DR. TGH. Lalu Abdul Muhyi Abidin, MA. (HARUM) di Lapangan Pragas, Sabtu (04/5). Beberapa tokoh parpol, seperti Ketua Dewan Pembina DPD Nasdem Kab. Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abddulah dan pengurus DPC Hanura Kab. Sumbawa, seperti Akhmad Junaidi, H. Ilham Mustami, S.Ag, Hj. Rahma Jamaluddin Malik dan Dra. Rodiah, tampak berada diatas podium, menemani pasangan HARUM yang akan melakukan orasi politik dalam pencalonannya menjadi NTB 1.
Dalam kampanyenya, Ketua Pembina Perempuan Hanura, Hj, Rahma Jamaluddin Malik menyatakan apabila dibalik pimpinan yang sukses tentunya ada figur seorang istri yang mendukungnya. Oleh karena itu maka perempuan hendaknya tidak memilih pemimpin yang menyakiti hati dan dunianya perempuan. Pernyataan ini diperjelas oleh Ketua Perempuan Hanura, Dra. Rodiah yang mengajak para kaum perempuan untuk mencoblos pasangan HARUM. Lebih lanjut ia juga menyatakan bahwa perempuan perlu dihargai dan tidak dikhianati, sehingga bagi para perempuan yang anti poligami untuk memilih pasangan HARUM.
Pasangan HARUM saat kampanye di Lapangan Pragas
Sementara cawagub pasangan HARUM, DR. TGH. Lalu Abdul Muhyi Abidin, MA, dalam orasi politiknya lebih menekankan bahwa paket HARUM datang ke Sumbawa dengan hati yang penuh cinta, kebanggaan dan rasa persahabatan. Pasangan HARUM ingin menciptakan kepemimpinan rakyat dan bukan kepemimpinan feodal, selain itu tidak membangun bangunan mercusuar atau monumental tetapi menyengsarakan rakyat. Pasangan ini justru ingin mengirimkan anggaran yang ada untuk rakyat dengan mengirimkannya langsung kedesa-desa.
Cagub pasangan HARUM, Drs. H. Harun Al Rasyid, M.Si., dalam orasi politiknya bahkan memaparkan beberapa poin yang cukup pedas, terkait figur pasangan calon lainnya dengan menyatakan bahwa pemimpin yang ahli dalam pemerintahan adalah pasangan HARUM, kalau pasangan lain hanya cukup untuk menjaga ponpes atau madrasahnya saja. Oleh karena itu HARUM bisa mernagkul semua golongan, tetapi pemimpin lain hanya mementingkan kelompoknya saja. Dibagian lain, Harun juga menyorot adanya kebohongan dari pernyataan pasangan lain yang mengatakan akan merangkul semua golongan dimedia televisi, padahal justru mereka hanya memikirkan kelompoknya saja dan bukan memikirkan masyarakat. Hal yang sama yang terjadi pada pakaian yang dikenakan oleh pasangan HARUM adalah batik Sasambo yang mencerminkan pakaian nasional dari NTB. Sementara pasangan lain justru mengenakan pakaian yang berasal dari Mekkah atau Eropa, bahkan ada yang menonjolkan kesukuan. Hal ini dianggap oleh Harun diidentikkan dengan memikirkan kelompoknya saja dan bukan memikirkan masyarakat NTB. (WS)

Hindari Cafe Batu Gong Jilid II dan Pekat, Tim Opgab Turun Razia

Sumbawa Besar, WARTASumbawa.
Tim Opgab yang dikomandani langsung Kasat Pol PP, I Made Patria, S.AP., Jum'at malam (03/5) bergerak melakukan razia kebeberapa lokasi, diantaranya lokasi bekas Cafe Batu Gong, lokasi yang diduga terjadi praktek prostitusi terselubung, dan menyasar kost-kost an diwilayah Brang Biji. Tim opgab yang terdiri dari Satpol PP, TNI dan POM, dibantu Camat Labuhan Badas, Hikmawan, SH., ini melakukan razia untuk menindaklanjuti adanya informasi yang masuk, yang menyatakan bahwa ada indikasi telah terjadi upaya menghidupkan kembali lokasi Cafe Batu Gong, dan informasi akan adanya praktek penyakit masyarakat (pekat) dibeberapa lokasi yang menjadi target operasi.
Tim Opgab saat menyasar kost-kostan
Berdasarkan pantauan WARTASumbawa yang ikut dalam rombongan Opgab tersebut, operasi dimulai dengan menuju lokasi bekas Cafe Batu Gong untuk menemukan adanya dugaan keterlibatan PNS yang disinyalir kembali memulai aktifitas yang sama seperti ketika Cafe berdiri. Namun tim tidak menemukan  fakta yang sesuai dilapangan, tetapi tim menemukan adanya aktifitas semacam warung yang berada diwilayah Dusun Sampar Maras. Dari hasil pertemuan tersebut, pihak pemilik usaha, Syarifuddin yang didampingi Kadus Sampar Maras, Zakaria dan Ketua Asosiasi Pengusaha Cafe Batu Gong, Saodah, menyatakan bahwa usaha tersebut merupakan usaha untuk menyambung hidup, karena tempat usaha miliknya berupa warung sudah dihancurkan oleh Pemkab Sumbawa pada saat pembongkaran bangunan Cafe seluruhnya di Batu Gong pada bulan Januari silam. Sementara Pemkab Sumbawa dinilainya tidak memberikan jalan keluar bagi dirinya untuk mencari lapangan pekerjaan setelah warungnya ikut terbongkar.
Setelah terjadi kesepakatan antara seluruh pihak, bahwa pihak Dusun Sampar Maras dan Asosiasi Pengusaha Cafe akan menunggu hasil keputusan dari Pemkab Sumbawa terkait tindak lanjut rencana Pemkab Sumbawa untuk menjadikan wilayah Batu Gong menjadi kawasan wisata. Sementara tim meminta kepada seluruh pihak yang terkait dengan aktifitas usaha di Batu Gong untuk menunggu hasil keputusan dari Pemkab Sumbawa.
"Memang kita temukan adanya warung, namun warung itu untuk menambah penghasilan mereka setelah kehilangan mata pencaharian, karena warungnya terbuka. Sejauh ini secara umum kondisi sangat kondusif, namun kedepan kita menginginkan mereka mengurus ijin sesuai dengan peruntukkannya, rumah makan atau restoran", ujar I Made Patria. 
Pernyataan Kasat Pol PP juga diamini oleh Camat Labuhan Badas, Hikmawan, SH., yang mendorong agar mereka segera mengurus ijin peruntukkannya sesuai zona yang ditetapkan dalam Perbup No. 11 Tahun 2012 tentang penataan kawasan Batu Gong. 
"Untuk menghindari adanya muncul kembali Batu Gong II, kegiatan yang ada masih bisa ditolerir  sehingga pada prinsipnya kami mengarahkan agar mereka bisa meminta ijin secara resmi kepada pemerintah sesuai dengan zona-zona yang ditentukan dalam Perbup No. 11 Tahun 2012. Kalau saya melihat pada prinsipnya pengusaha-pengusaha ini sadar akan hukum dan mereka menunggu apa yang menjadi keputusan pemerintah atau arahan pemerintah, mereka akan patuhi", imbuh Hikmawan.
Sementara dari hasil razia kebeberapa lokasi kost-kostan dan lokasi yang terindikasi terjadi praktek prostitusi, tim tidak menemukan satupun barang bukti yang bisa diamankan, sehingga muncul dugaan bahwa operasi ini telah bocor sebelumnya. (WS)

Kamis, 02 Mei 2013

Peringati Hardiknas, LMND Orasi di Jam Gadang

Sumbawa Besar, WARTASumbawa.
Memperingati Hardiknas yang jatuh pada 2 Mei 2013, aktivis LMND yang dipimpin korlapnya, Khaeruddin, melakukan orasi di simpang Jam Gadang, Sumbawa Besar, Kamis (02/5). Aksi yang dimulai dengan melakukan long march dari Lapangan Pahlawan ini, dan berhenti untuk melakukan orasi di simpang Jam Gadang, mendapat pengawalan dari pihak kepolisian.

Massa LMND orasi di Simpang Jam Gadang
Dalam pernyataan sikap yang disebarkan kepada masyarakat, LMND mengkritisi kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan dan keterbatasan biaya bagi anak yang kurang mampu, membuat pendidikan dinegara ini menjadi suatu masalah yang kompleks. Dibutuhkan peran dari pemerintah dalam membangun pendidikan, padahal didalam konstitusi tertinggi dinegara kita yaitu UU 1945 pasal 31 ayat 1 sudah sangat jelas mengatakan bahwa setiap warga masyarakat Indonesia berhak mendapatkan pendidikan yang layak dan kualitas. Namun masih terdapat kesenjangan kualitas pendidikan antara sekolah di kota dengan sekolah yang ada di daerah-daerah pedesaan. Artinya banyak anak-anak usia sekolah yang belum mendapatkan pendidikan yang layak, atau bahkan tidak sama sekali. Jangankan didaerah pedalaman, di ibukota sekalipun masih dapat ditemukan anak-anak yang tidak sekolah, karena tuntutan ekonomi dan kesadaran akan pentingnya pendidikan.
LMND berharap agar peran pemerintah dapat lebih fokus dalam mementingkan kebutuhan pendidikan bagi anak-anak, serta kecermatan pemerintah dalam mengembangkan potensi anak, karena tidak sedikit anak-anak yang berpotensi tidak mendapat perhatian dari negara. Akan tetapi justru lebih mendapat perhatian dari negara lain.
Sementara itu, terkait dengan peringatan Hardiknas kali ini, LMND menuntut dua hal, yaitu jalankan amanat Pasal 33 UUD 1945 sebagai jalan keluar terhadap kondisi negara kita yang carut marut, dan berikan pendidikan yang gratis, ilmiah, demokratis serta berkualitas kepada warga negara Indonesia.
Informasi yang diperoleh WARTASumbawa bahwa aksi yang seharusnya dilakukan juga di Kantor Diknas Kab. Sumbawa batal dilakukan, karena menurut salah satu sumber menyatakan bahwa aksi tersebut dibubarkan oleh aparat karena tidak mengantungi ijin dari Polres Sumbawa. (WS)

Minggu, 28 April 2013

TGB-Amin Kumpulkan Caleg Parpol Koalisi Pendukung

Sumbawa Besar, WARTASumbawa.
Bertempat dikediaman Ketua Tim Pemenangan Pasangan TGB-Amin yang juga Ketua DPC Partai Demokrat Kab. Sumbawa, Syamsul Fikri AR, S.Ag., M.Si., minggu malam (28/4), Pasangan TGB-Amin mengumpulkan para caleg parpol koalisi pendukung pasangan TGB-Amin dan juga pimpinan parpol koalisi. Dalam pertemuan yang dibalut dengan acara silaturahmi TGB-Amin dengan para caleg, tampak beberapa petinggi, ketua dan jajaran pengurus tingkat kabupaten yang juga hadir untuk memberikan dukungan. ratusan caleg tersebut sengaja dikumpulkan untuk mendengarkan paparan strategis menyangkut langkah-langkah pemenangan tim pasangan TGB-Amin.
TGB-Amin saat pemberian arahan kepada para caleg
Dalam pertemuan yang singkat tersebut, TGB dan cawagub Muh. Amin, SH., M.Si., menyampaikan bahwa tim pemenangan pasangan TGB-Amin memiliki beberapa langkah penting yang strategis dalam menghadapi pelaksanaan Pemilukada NTB pada 13 Mei 2013 mendatang, salah satunya adalah dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat dengan santun tanpa harus menjatuhkan pasangan lain. TGB juga berpesan kepada para caleg dan pimpinan parpol koalisi pendukung untuk dapat mendorong masyarakat agar menjadi pemilih yang cerdas, karena hasil dari 13 Mei 2013 akan menentukan langkah dari para caleg pada Pemilu Legislatif tahun 2014 mendatang.
Dalam kesempatan itu juga, TGB sangat mengharapkan agar para caleg parpol koalisi tingkat kabupaten untuk bekerja ikhlas, dengan satu garis komando yang terorganisir. Sehingga apa yang disampaikan kepada masyarakat nanti, bisa selaras dengan apa yang disampaikan oleh pasangan TGB-Amin pada saat kampanye tadi sore di Lapangan Pragas, Sumbawa Besar.
Sebelum digelar acara pertemuan TGB-Amin dengan para caleg ini, rombongan tim pemenangan tingkat propinsi telah melakukan pertemuan dan siltaturahmi dengan beberapa kalangan dan elemen masyarakat, diantaranya kunjungan ke Pondok Pesantren Al Mubarok, shalat Maghrib berjama'ah di Masjid Karang Cemes, dan temu muka dengan masyarakat lainnya yang terlihat memang sudah dijadwalkan sebelumnya oleh tim pemenangan. (WS)



Kampanye TGB-Amin di Lapangan Pragas, Sumbawa Besar

Sumbawa Besar, WARTASumbawa.
Pelaksanaan Pemilukada NTB Tahun 2013 di Kab. Sumbawa diawali hari ini, Minggu (28/4) dengan acara kampanye terbuka dari pasangan TGB-Amin di Lapangan Pragas, Sumbawa Besar, yang menghadirkan ratusan massa yang menyemut terutama dari massa simpatisan parpol koalisi pendukung TGB-Amin. Dalam kampanye terbuka pasangan TGB-Amin ini tidak tanggung-tanggung, selain menghadirkan pimpinan parpol koalisi pendukung tingkat kabupaten, juga dihadirkan seluruh anggota DPRD dan para caleg tingkat propinsi NTB dari parpol koalisi pendukung.
TGB-Amin saat kampanye di Lap. Pragas
Ketua tim pemenangan parpol koalisi TGB-Amin, TGH. Mahally Fikri dalam kampanyenya meminta kepada para simpatisan untuk menetapkan pilihan dalam memilih pasangan TGB-Amin pada 13 Mei 2013, dengan cara menyatukan barisan dan juga hati bahwa pada tanggal tersebut Insya Allah masyarakat akan memilih TGB-Amin. Selain itu, TGH Mahallly Fikri menekankan kepada para massa simpatisan agar apapun bentuk kampanye hitam yang dilakukan tim pasangan lain yang menjelekkan TGB-Amin jangan pernah dipercaya, karena ucapan itu merupakan ucapan dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
Ketua tim pemenangan TGB-Amin tingkat Kab. Sumbawa yang juga Ketua DPC Partai Demokrat Kab. Sumbawa, Syamsul Fikri AR, S.Ag., M.Si, dalam kampanyenya pada itninya mengajak seluruh masyarakat Kab. Sumbawa agar memilih pasangan TGB-Amin, dan tidak ada hal lain yang harus dilakukan yaitu mencoblos nomor urut 1.
Sementara cawagub pasangan TGB-Amin, Muh. Amin, SH., M.Si., dalam orasinya politik yang sangat singkat hanya menjelaskan kepada massa simpatisan bahwa sebagai Orang Sumbawa, dirinya sangat berharap kepada semua masyarakat di Tanah Sumbawa untuk mendukung pasangan TGB-Amin, karena ada banyak program yang akan dijalankan apabila ditakdirkan menjadi pemenang dalam Pemilukada NTB 2013 mendatang, salah satunya adalah mensejahterakan masyarakat dipelosok-pelosok yang jauh dari kota.
seorang
Sedangkan dalam acara puncak orasi politik pada kampanye terbuka ini, cagub TGB menyatakan bahwa apabila terpilih dan dipercaya kembali untuk memimpin NTB, maka pasangan TGB-Amin akan menjalankan program-program yang sempat tertunda, diantaranya menyelesaikan pembangunan jalan ke Desa Tepal, Kec. Batu Lanteh. Dilain sisi sudah banyak contoh keberhasilan program pembangunan sarana jalan, seperti pembangunan jalan lingkar selatan yang menghubungkan KSB dengan Kec. Lunyuk, Kab. Sumbawa, jalan propinsi dari Tano sampai Bima dan juga jalan bypass di Sumbawa Besar, Kab. Sumbawa. Termasuk keberhasilan pembangunan BIL yang cukup membantu jama'ah haji NTB.
TGB juga menyampaikan bahwa Sumbawa dan Lombok adalah satu, oleh karena itu perlu disatukan visi dan misi agar pada 13 Mei 2013 mendatang, seluruh simpatisan dan masyarakat bisa bersama-sama menyoblos TGB-Amin. Sekaligus membuktikan apakah benar jika orang-orang Sumbawa berkomitmen untuk memilih TGB-Amin atau hanya kata-katanya saja.
Selesai kampanye terbuka di Lapangan Pragas, rombongan pasangan TGB-Amin bergerak menuju Ponpes Al Mubarok, Kampung Bugis, untuk melakukan silaturahmi dengan pimpinan dan para santri. (WS)

Senin, 22 April 2013

KPUD Sumbawa Diserbu Parpol

Sumbawa Besar, WARTASumbawa.
Ratusan massa parpol terlihat berduyun-duyun mendatangi kantor KPUD Sumbawa di Jl. Garuda, Senin (22/4) sebagai bagian dari proses pendaftaran hari terakhir dari para bacaleg parpol peserta Pemilu Legislatif 2014. Terlihat sejak pagi sampai sore hari batas waktu pendaftaran pukul 16.00 Wita, massa parpol menyemut untuk turut mendampingi para pengurus dan bacalegnya mendaftarkan diri. Beberapa partai sisa yang belum mendaftarkan diri, selain dari 4 parpol yaitu PDI-P, Hanura, PAN dan PKS, yang sebelumnya telah selesai mendaftarkan diri, tampak bergantian mengikuti proses kelengkapan administrasi oleh pihak staf KPUD Sumbawa yang didampingi oleh seluruh pimpinan terasnya.
Pimpinan teras parpol diterima oleh Ketua KPUD Sumbawa
Parpol yang mendaftarkan diri secara berurutan pada hari terakhir batas waktu yang telah ditetapkan oleh KPU Pusat ini, yaitu Nasdem, PPP, Gerindra, PBB, PKPI, Demokrat, Golkar, dan PKB. Seluruh parpol yang mendaftar didampingi oleh para pimpinan pengurus tingkat kabupaten yang juga merupakan bacaleg partainya masing-masing. 
Dari wawancara yang dilakukan WARTASumbawa terhadap seluruh pimpinan partai secara umum menyatakan nada optimis menyangkut perolehan suara pada Pemilu Legislatif 2014 mendatang, bahkan secara terang-terangan beberapa parpol menargetkan partainya dapat menjadi partai yang mendominasi perolehan kursi di DPRD Kab. Sumbawa yaitu 9 s/d 10 kursi. Terlepas dari pernyataan yang mengidentikkan optimisme berlebihan, namun patut diapresiasi bahwa pelaksanaan Pemilu Legislatif 2014 saat ini memunculkan asa baru bagi para bacaleg yang akan bertarung untuk menjadi anggota dewan di DPRD Kab. Sumbawa, terutama bagi para bacaleg muka-muka baru, karena pada Pileg mendatang ini banyak pengurus teras tingkat kabupaten yang merupakan muka lama di DPRD Kab. Sumbawa yang tidak lagi mengincar posisi di DPRD tingkat kabupaten melainkan sudah pada tingkat DPRD Propinsi NTB. (WS)

Sidang Lanjutan Terdakwa Provokator Kasus 221

Sumbawa Besar, WARTASumbawa.
Sidang lanjutan para terdakwa provokator kembali digelar di kantor Pengadilan Negeri (PN) Sumbawa Besar, Senin (22/4) dengan menghadirkan 6 orang terdakwa, yaitu masing-masing Ju alias Aron (33 thn), Ar alias Lale (50 thn), AHM (36 thn), HM (44 thn), AS (32 thn), dan YP (25 thn). Puluhan pengunjung sidang yang over kapasitas menjadi bukti ketertarikan masyarakat terhadap persidangan para terdakwa provokator ini. Bahkan sepanjang pelaksanaan sidang terhadap pelaku yang berhubungan langsung dengan kasus konflik sosial Sumbawa pada 22 Januari 2013 lalu ini, baru pada sidang kali ini pelaksanaannya dipadati oleh massa yang ingin menonton. Agenda sidang yang secara umum masih dalam tahap pemeriksaan saksi ini berlangsung lebih lama, yang dimulai sejak pukul 11.00 Wita dan berakhir sekitar pukul 15.30 Wita. 
YP (25 thn) saat sidang perdana berkonsultasi dengan PH
Dalam sidang pertama dihadirkan terdakwa Ju alias Aron (33 thn) dipimpin oleh hakim Jhonical RF. Sine, SH. sebagai Hakim Ketua didampingi Didimus Hartanto, SH dan M. Aunur Rofik, SH sebagai Hakim Anggota. Sedangkan JPU, Mufti Nur Irawan, SH. dan sebagai PH terdakwa adalah Kamil Takwim, SH. Sementara dalam sidang kedua dihadirkan terdakwa Ar alias Lale (50 thn) dipimpin oleh Wempi WJ. Duka, SH sebagai Hakim Ketua didampingi Didimus Hartanto, SH dan M. Aunur Rofik, SH sebagai Hakim Anggota. JPU yaitu Mufti Nur Irawan, SH dan Sahdi, SH, dengan PH terdakwa, Kamil Takwim, SH dan Harmono, SH.
Pada sidang ketiga, terdakwa AHM (36 thn) dihadirkan dengan dipimpin oleh Wempi WJ. Duka, SH sebagai Hakim Ketua didampingi Didimus Hartanto, SH dan M. Aunur Rofiq, SH sebagai Hakim Anggota. JPU yaitu Mufti Nur Irawan, SH, dan PH terdakwa adalah Ahmadul Kusasi, SH. Sidang keempat dihadirkan terdakwa HM (44 thn) dan AS (32 thn) dalam satu paket, yang dipimpin oleh Dedi Herianto, SH sebagai Hakim Ketua, didampingi Didimus Hartanto, SH dan Hendriwanto, SH sebagai Hakim Anggota. JPU, Dicky Andi Firmansyah, SH dan PH terdakwa yaitu Kamil Takwim, SH dan Harmono, SH.
Sementara pada sidang kelima atau terakhir, dihadirkan terdakwa YP (25 thn), yang dipimpin oleh Jhonical RF. Sine, SH sebagai Hakim Ketua, didampingi Faturrohman , SH dan Hendriwanto, SH sebagai Hakim Anggota. Sementara JPU, Sahdi, SH dan Penasehat Hukum terdakwa yaitu Kamil Takwim, SH dan Harmono, SH.
Seluruh persidangan saat ini secara bersamaan akan dilanjutkan pada Kamis (25/4) dengan agenda pemeriksaan lanjutan terhadap saksi-saksi yang ada. (WS)

Tolak PT. NNT di Dodo-Rinti, GMP2L Demo Kantor Perwakilan PT. NNT

Sumbawa Besar, WARTASumbawa.
Bermodalkan hanya dengan massa yang cukup sedikit, namun tidak menyurutkan niat Gerakan Mahasiswa Pemuda Peduli Lingkungan (GMP2L) untuk melakukan demo ke kantor perwakilan PT. NNT Sumbawa Besar, Jl. Garuda, Sumbawa Besar, Senin (22/04). Dipimpin korlapnya, M. Tauhid, massa menutup setengah badan jalan protokol sambil melakukan orasi yang pada intinya menolak keberadaan PT. NNT. Adapun tuntutan GMP2L yang disampaikan kepada pihak perwakilan PT. NNT, yaitu tolak PT. NNT di Dodo-Rinti, stop eksploitasi hutan, optimalisasi penjagaan dan pengawasan hutan, serta bangun bendungan stop pertambangan.


Dalam pernyataan sikapnya, GMP2L menyatakan bahwa apa yang diamanatkan pasal 33 UUD 1945 yang menjadi dasar hukum, hanya menjadi payung bagi para kapitalis yang hanya bermodalkan Kontrak Karya (KK) untuk mengeruk kekayaan alam. Anehnya keberadaan PT. NNT malah dibanggakan oleh beberapa kalangan karena menciptakan lapangan pekerjaan, terutama pemerintah yang sekaligus sebagai agennya dalam memperlancar kekuasaan untuk memperkaya diri dengan dalil pembangunan dan kemakmuran rakyat. Namun apa gunanya itu ketika alam kita dirusak.
GMP2L lebih lanjut mengungkapkan bahwa rakyat hanya dijadikan kambing hitam dari bentuk kerakusan penguasa/pengusaha dan rakyat hanya bisa diam dan tidak tahu harus berbuat apa. Namun hari ini sudah saatnya rakyat sadar bahwa kemakmuran bukan terlahir dari pengerukan kekayaan alam secara besar-besaran. (WS)

Hari Bumi, FKR Demo Polres dan Kantor Bupati Sumbawa

Sumbawa, Besar, WARTASumbawa.
Memperingati Hari Bumi yang jatuh pada 22 April 2013, puluhan massa tiga kelompok, yaitu GERPAD, JANKIS, dan  KOKAM, telah bergabung dalam Front Keadilan Rakyat (FKR) dipimpin oleh M. Soleh alias Siso. Sebagai bentuk aksi, mereka melakukan teatrikal didepan jalan raya Kantor Polres Sumbawa dan Kantor Bupati Sumbawa, sambil melakukan orasi dengan tema "Pemilu Tidak Penting, Selamatkan Lingkungan yang Lebih Penting". Dalam tuntutannya FKR menyatakan yaitu tolak PT. NNT di Dodo-Rinti, stop eksploitasi hutan, bangun bendungan bukan pertambangan, dan naikkan harga komoditi petani (cabe, jagung. dll).
Aksi demo FKR mendapat pengawalan dari aparat SatpolPP
Dalam pernyataan sikapnya kepada WARTASumbawa, FKR menuliskan bahwa sejarah Indonesia adalah sejarah penindasan, dan sejarah bagaimana perebutan sumber-sumber energi yang arahnya pasti merusak bumi. Pasal 33 UUD 1945 hanya menjadi payung buat kapitalis dan pemerintah sebagai agennya didalam negeri ini untuk memperlancar dominasi kekuasaannya, maka maknanya dari kita bernegara hanya keluar dari penjajahan fisik kemudian masuk pada penjajahan ekonomi dan politik yang memiskinkan.
FKR juga menyinggung tentang Pemilukada yang sebentar lagi terlaksana dengan menyatakan bahwa dalam satu bulan ini kita akan dijejali oleh tampang para pengemis suara yang akan bertarung untuk dipilih sebagai Gubernur NTB. Gambarnya dimana-mana, mulai dari depan toko sampai ditempat-tempat sampah dengan segala janji-janji busuknya. Padahal kita tahu bahwa mereka nantinya akan menjadi agen baru bagi para pengusaha dan yang bisa mereka lakukan hanya korupsi uang belanja sosial dana bantuan pendidikan, kesehatan, dll.
Dalam aksinya, tidak ada satupun perwakilan dari dua institusi yang menemui massa FKR yang melakukan aksi long march sepanjang perjalanan hingga berakhirnya demo tersebut. (WS)